Latest Program: Perang Iran Tanpa Pemenang, Netanyahu Hadapi Realitas Pahit
Netanyahu Tersandung Realitas Pahit Pasca Perang dengan Iran Tanpa Pemenang
Kebuntuan perdamaian di Timur Tengah yang rapuh memicu penilaian bahwa konflik tersebut berpotensi merusak kebijakan luar negeri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara signifikan. Setelah perang yang tidak menghasilkan kemenangan jelas, posisi Netanyahu terasa semakin lemah, baik di tingkat dalam negeri maupun internasional.
Kebiasaan Mengancam Iran dan Prediksi yang Meleset
Berdasarkan analisis The Guardian, Kamis (9/4/2026), Netanyahu selama bertahun-tahun dikenal sebagai aktor agresif dalam mengancam Iran, termasuk melalui pidato di forum PBB, penyampaian dokumen kontroversial ke media global, serta tekanan diplomatik kepada presiden AS agar mendukung operasi militer terhadap Iran. Namun, perang ini justru tidak memberikan keuntungan strategis bagi Israel.
Menurut laporan intelijen AS, prediksi Israel mengenai perubahan pemerintahan dan revolusi di Iran dianggap ‘tidak masuk akal’ awalnya. Prediksi tersebut terbukti benar, sementara proyeksi Israel bahwa konflik hanya berlangsung beberapa hari atau minggu juga meleset jauh.
Trump dan Penguasaan Keputusan
Dua hari sebelum gencatan senjata, Netanyahu masih mendorong Donald Trump agar tidak menyetujui penghentian pertempuran. Trump sempat mengancam Teheran secara tajam sebelum akhirnya mundur, dengan beberapa sumber menyebutkan ia mengesampingkan Israel dalam proses pengambilan keputusan.
Kritik Tajam dari Pemimpin Oposisi
“T