Latest Program: Sekutu Trump Pecah, Ramai Negara NATO Tolak Bantu AS di Perang Iran
Sekutu Trump Terpecah, Negara-Negara NATO Mulai Berpaling dari Dukungan AS
Ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu utamanya semakin memuncak setelah sejumlah negara Eropa dan anggota NATO menolak atau membatasi bantuan militer untuk operasi militer AS-Israel terhadap Iran. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik para sekutu lama sebagai “pengecut” karena ketidaksetiaan mereka dalam mendukung serangan tersebut. Pada Selasa (31/3/2026), Trump kembali menyerang negara-negara yang tidak aktif dalam mendukung tindakan militer AS.
Prancis Tegaskan Keputusan untuk Menutup Wilayah Udara
Prancis menjadi salah satu negara yang paling tegas menolak dukungan militer AS. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut Prancis “SANGAT TIDAK MEMBANTU” karena menghalangi pesawat yang membawa pasokan militer ke Israel. Pihak Prancis, melalui istana kepresidenan, menyatakan kekecewaannya terhadap serangan tersebut dan menegaskan keputusan mereka selaras dengan kebijakan luar negeri yang telah berlangsung sejak awal konflik. Meski demikian, kementerian pertahanan Israel menuduh Prancis secara aktif menghambat pengiriman amunisi AS ke Timur Tengah, bahkan meskipun ada koordinasi sebelumnya.
“Larangan Prancis diberlakukan meskipun telah ada jaminan amunisi hanya untuk digunakan melawan Iran,” tulis kementerian pertahanan Israel.
Italia Tak Izinkan AS Gunakan Pangkalan Udara untuk Serangan
Italia juga mengambil langkah serupa dengan menolak izin pendaratan pesawat militer AS di pangkalan udara Sigonella, Sisilia, sebelum mereka melanjutkan penerbangan ke Timur Tengah. Harian Corriere della Sera melaporkan bahwa “sejumlah bomber AS” telah dijadwalkan mendarat di lokasi tersebut. Namun, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto membantah adanya keretakan dengan Washington, menyatakan bahwa pangkalan udara AS tetap beroperasi, meski memerlukan izin khusus untuk penggunaan di luar kesepakatan awal.
Spanyol Berdiri di Sisi Israel, Namun Batasi Akses Militer AS
Spanyol memutuskan menutup sepenuhnya akses wilayah udara bagi pesawat AS yang terlibat dalam serangan terhadap Iran. Perdana Menteri Pedro Sanchez menjadi salah satu pemimpin yang paling kritis terhadap tindakan militer tersebut. Menurut Menteri Pertahanan Margarita Robles, Spanyol hanya akan mengizinkan penggunaan pangkalan militernya untuk tujuan pertahanan kolektif NATO.
Trump Serang Inggris, Tepat Saat Ratu dan Raja Kunjungi AS
Sementara itu, Trump juga menyoroti Inggris sebagai negara yang tidak mendukung operasi militer AS-Israel. Hal ini terjadi saat Istana Buckingham mengumumkan Raja Charles III dan Ratu Camilla akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada akhir April. Dalam cuitannya, Trump menulis:
“Semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris, yang menolak terlibat dalam pemenggalan kepemimpinan Iran, saya punya saran untuk Anda: Nomor 1, beli dari Amerika Serikat, kami punya banyak, dan Nomor 2, bangun keberanian yang tertunda, pergi ke selat itu, dan AMBIL SAJA.”
Pasukan Prancis di Lebanon Tidak Terpengaruh oleh Kebijakan Baru
Penjualan senjata Prancis ke Israel relatif kecil, sehingga belum jelas apakah langkah menutup akses udara tersebut akan mengganggu pasukan Prancis yang bertugas bersama penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Meski ada perpecahan, beberapa negara tetap berkomitmen pada koordinasi bersama dengan AS, meski dengan kondisi yang lebih ketat.