Latest Program: Survei: 66% Warga AS Mau Perang Iran Setop, Tak Peduli “Menang Kalah”

Survei: 66% Warga AS Mau Perang Iran Setop, Tak Peduli “Menang Kalah”

Hasil survei terbaru mengungkapkan sebagian besar warga Amerika Serikat saat ini mendorong pemerintah untuk mengakhiri peran negara dalam konflik Iran secepat mungkin, meskipun itu berarti tidak mencapai seluruh tujuan strategis yang ditetapkan. Temuan ini muncul di tengah tekanan ekonomi dalam negeri yang semakin meningkat akibat perang yang telah berlangsung selama sebulan.

Survei yang diadakan oleh Reuters/Ipsos menemukan bahwa dua pertiga dari 1.021 responden menyatakan AS sebaiknya segera menghentikan keterlibatan militer di Iran. Dari data jajak pendapat yang dilakukan Jumat hingga Minggu lalu, sekitar 66% warga berpendapat bahwa tujuan strategis tidak perlu menjadi prioritas utama jika konflik diakhiri cepat. Sementara 27% lainnya memilih mempertahankan partisipasi lebih lama untuk mencapai semua target, dan 6% tidak memberikan jawaban.

Konflik Mengganggu Kondisi Ekonomi

Salah satu dampak terbesar di dalam negeri adalah kenaikan harga bahan bakar. Menurut data GasBuddy, harga bensin rata-rata nasional AS mencapai di atas US$4 per galon pada Senin, pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Meningkatnya biaya energi ini diperkirakan belum akan mereda, dengan dua dari tiga responden memperkirakan kenaikan harga akan semakin parah dalam 12 bulan ke depan. Bahkan 40% dari pemilih Partai Republik mengungkapkan ketakutan serupa.

Pemilu Paruh Waktu Menjadi Faktor Kunci

Temuan survei muncul saat Partai Republik menghadapi pemilih pada pemilu paruh waktu November mendatang. Pemilu ini berpotensi menentukan apakah partai tersebut bisa mempertahankan mayoritas tipis di DPR dan Senat. Secara historis, partai pemerintah cenderung kehilangan kursi di Kongres pada pemilu paruh waktu.

Warga AS Merasa Terdampak Finansial

Lebih dari separuh responden menyatakan bahwa konflik tersebut akan merugikan kondisi keuangan pribadi. Pandangan ini juga terdengar di kalangan pemilih Partai Republik, dengan 39% mengatakan perang kemungkinan besar akan memperparah keuangan mereka. Meski demikian, 57% dari kelompok ini masih berpendapat bahwa AS perlu tetap terlibat lebih lama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Dalam survei tersebut, 60% responden tidak menyetujui serangan militer AS terhadap Iran, sementara 35% menyatakan dukungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *