Main Agenda: Breaking News! Iran Respons Gencatan Senjata AS, Sebut Menang Perang

Breaking News! Iran Respons Gencatan Senjata AS, Sebut Menang Perang

Dari Jakarta, Pemerintah Iran menyatakan bahwa kebijakan Amerika Serikat yang menghentikan serangan udara terhadap infrastruktur energi mereka merupakan bentuk kemenangan besar bagi Teheran. Mengutip laporan dari Russia Today, pihak Iran mengklaim bahwa Presiden AS Donald Trump terpaksa menerima 10 poin usulan yang mereka ajukan sebagai dasar perundingan pada Rabu, 08 April 2026.

Kontrol dan Kondisi dalam Proposal

Usulan tersebut berisi tuntutan seperti komitmen non-agresi dari AS, pengakuan Iran atas kontrol Selat Hormuz, serta persetujuan pengayaan uranium. Iran juga menekankan penghapusan seluruh sanksi, pembatalan resolusi dari Dewan Keamanan PBB dan IAEA, pembayaran reparasi militer, penarikan pasukan AS dari wilayah tersebut, serta penyelesaian konflik secara menyeluruh, termasuk di Lebanon.

“Langkah ini merupakan kekalahan bersejarah dan telak bagi Amerika Serikat. Washington telah dipaksa untuk menerima rencana 10 poin Teheran sebagai dasar pembicaraan,” tulis pernyataan resmi Pemerintah Iran.

Trump mengumumkan penundaan serangan udara selama dua minggu, dengan syarat adanya gencatan senjata dua pihak. Syarat utama adalah Teheran harus menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara lengkap dan segera untuk menjamin stabilitas pasokan energi dunia.

Rencana Perundingan dan Ancaman Awal

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan bahwa negosiasi resmi akan dimulai pada Jumat, 10 April 2026, di Islamabad, Pakistan. Durasi perundingan ini ditentukan selama dua minggu dan dapat diperpanjang jika kedua belah pihak mencapai kesepakatan.

“Usulan tersebut menawarkan basis yang layak untuk dinegosiasikan. Namun, itu tidak cukup baik dalam bentuknya yang sekarang. Saya akan memerintahkan serangan udara baru yang menghancurkan jika tidak ada kesepakatan akhir yang dicapai dalam batas waktu baru,” tegas Donald Trump.

Situasi ini mendingin setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif meminta Trump memberikan perpanjangan waktu. Sebelumnya, Trump sempat mengancam bahwa seluruh peradaban akan mati malam ini jika Teheran tidak menyerah pada tuntutan AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *