Main Agenda: Putin Buka Suara Gencatan Senjata AS-Iran
Putin Buka Suara Gencatan Senjata AS-Iran
Jakarta, Pemerintah Rusia yang dipimpin Presiden Vladimir Putin secara resmi menyatakan dukungan terhadap kesepakatan gencatan senjata dua minggu yang telah ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini dianggap sebagai penurunan tekanan yang positif, menurut pihak Kremlin.
Pernyataan Putin
Dalam wawancara telepon dengan para jurnalis, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengungkapkan kepuasan atas langkah de-escalasi tersebut. “Kami menerima berita gencatan senjata ini dengan rasa puas. Kami menyambut baik keputusan untuk tidak melangkah lebih jauh di jalur eskalasi bersenjata,” ujarnya.
“Kami berharap dalam masa mendatang, Amerika Serikat akan memiliki lebih banyak waktu dan kesempatan yang lebih besar untuk bertemu dalam format trilateral.”
Peskov menegaskan harapan besar Moskow agar Washington dapat kembali berpartisipasi dalam pembicaraan damai melibatkan Rusia, Ukraina, dan AS. Pihak Rusia ingin format pertemuan tiga pihak segera diaktifkan kembali.
Konteks Negosiasi
Sebelumnya, proses negosiasi damai Ukraina sempat terhenti sementara akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Negosiasi sendiri telah dimulai sejak tahun lalu di Istanbul, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan trilateral di Abu Dhabi dan Jenewa awal tahun ini.
Terlepas dari itu, kemajuan dalam perundingan terbatas karena sengketa wilayah yang belum mencapai kesepakatan. Rusia menuntut agar Ukraina menyerahkan wilayah Donbas yang masih dikuasai pasukan Moskow, sementara Kyiv menolak dengan tegas.
Kyiv bersikeras bahwa tanah tersebut belum sepenuhnya direbut, sehingga menolak klaim Rusia untuk wilayah itu. Ketegangan ini menjadi penghalang utama dalam mencapai kesepakatan jangka panjang.