Meeting Results: Selat Hormuz Kembali Bisa Dilewati Sejumlah Kapal, Ada dari Indonesia?

Selat Hormuz Kembali Dilewati Kapal, Termasuk dari Indonesia?

Jakarta — Sejumlah kapal mulai beroperasi kembali di Selat Hormuz, menunjukkan upaya internasional untuk memastikan aliran kargo esensial tetap lancar meski jalur ini ditutup akibat konflik yang memanas sejak akhir Februari lalu. Peluncuran kembali perjalanan kapal menandai langkah mendesak oleh perusahaan pelayaran dan pemimpin global untuk menjaga pasokan bahan pokok tidak terganggu.

Kapal kontainer dari Perusahaan Pelayaran Prancis, CMA CGM, berhasil melintasi Selat Hormuz setelah meninggalkan Teluk. Laporan Financial Times yang mengutip data dari MarineTraffic menunjukkan bahwa kapal tersebut diyakini sebagai yang pertama dari perusahaan Barat melewati jalur tersebut sejak perang memuncak. Kapal bernama CMA CGM Kribi, yang berbendera Malta, tercatat mengaktifkan transponder di dekat Dubai pada 28 Maret sebelum melintas melalui selat. Setelah itu, kapal tersebut melewati daerah dekat Pulau Larak, Iran, yang kini menjadi jalur alternatif yang lebih sering digunakan.

Selain itu, tiga kapal tanker dari Oman juga dilaporkan melewati Selat Hormuz tanpa mengambil rute utara. Salah satunya adalah tanker gas alam cair yang dimiliki bersama perusahaan Jepang, Mitsui OSK Lines. Menurut laporan Reuters, seperti dikutip Sabtu (4/4/2026), kapal tanker Sohar LNG yang benderanya Panama telah menyelesaikan perjalanan tersebut. Mitsui OSK Lines belum mengungkapkan waktu tepat kapal itu melewati selat atau ada negosiasi khusus yang dilakukan.

“Dengan sedikit lebih banyak waktu, kami dapat dengan mudah MEMBUKA SELAT HORMUZ, MENGAMBIL MINYAKNYA, DAN MENDAPATKAN KEUNTUNGAN BESAR. Ini akan menjadi ‘semburan besar’ bagi dunia???”

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, mengatakan bahwa tindakan bersama diperlukan untuk mendorong Iran membuka kembali Selat Hormuz. Hal ini setelah pertemuan virtual yang dihadiri lebih dari 40 negara. Cooper juga menyatakan bahwa Inggris akan “secara komprehensif menolak” pengenalan biaya jutaan dolar kepada kapal untuk melewati jalur, praktik yang disebut “gerbang tol Teheran”.

Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang mempertimbangkan pembukaan koridor pelayaran kemanusiaan. Tujuannya untuk memastikan pasokan pupuk tetap berjalan, sehingga mencegah krisis pangan di negara-negara miskin. Dalam kondisi normal, Selat Hormuz dilalui sekitar seperlima total pasokan minyak dan gas dunia. Penutupan jalur ini memicu kenaikan harga energi global dan meningkatkan kekhawatiran tentang ketersediaan pangan, karena sekitar sepertiga perdagangan bahan baku pupuk juga melewati daerah tersebut.

Para pemimpin internasional akan bertemu pekan depan untuk membahas langkah-langkah seperti pembersihan ranjau laut dan penyelamatan kapal yang terjebak. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa AS mampu “dengan mudah” membuka kembali Selat Hormuz, meski memerlukan sedikit waktu tambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *