Meeting Results: Siap-Siap Pabrik-Pabrik Gula BUMN Bakal Digabung, Ini Efeknya
Siap-Siap Pabrik-Pabrik Gula BUMN Bakal Digabung, Ini Efeknya
Pemerintah mengambil langkah penting melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mewujudkan integrasi industri gula nasional. Langkah ini tidak hanya melibatkan penggabungan bisnis dari sekitar 61 pabrik, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas industri, mulai dari infrastruktur hingga manajemen operasional, sebagai fondasi perubahan jangka panjang.
Konsolidasi sebagai Awal Transformasi
Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara, mengungkapkan bahwa penggabungan pabrik gula akan selesai dalam waktu dekat, menjadi titik awal perbaikan besar-besaran. “Bulan ini akan selesai untuk konsolidasi pabrik gula kita, sehingga ada dalam satu perusahaan. Setelah itu, kita lanjutkan perbaikan kualitasnya, termasuk pengoptimalan infrastruktur, sehingga produktivitas meningkat,” kata Dony saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
“Karena pabrik gula kita selama ini sudah lama, tidak pernah mendapatkan pembaruan,” tambah Dony.
Menurut Dony, sebagian besar pabrik gula nasional saat ini berusia tua dan memerlukan revitalisasi. Konsolidasi, kata dia, bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal untuk mendorong modernisasi. “Setelah konsolidasi selesai, kita fokus pada pembenahan tata kualitas pabrik-pabrik kita. Semoga ini memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia,” lanjutnya.
Perubahan Struktur Bisnis BUMN
Transformasi ini dijalankan melalui peleburan dua bisnis gula milik perusahaan pemerintah. Danantara akan menggabungkan pabrik gula PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), dengan target penyelesaian pada semester II/2026.
“Konsolidasi dari PT SGN atau SugarCo dengan ID Food tahun ini akan selesai. Insya Allah dalam semester kedua akan selesai kita lakukan konsolidasi. Dengan demikian kita memiliki satu holding pabrik gula yang menguasai 60% dari total market share yang ada di Indonesia,” ungkap Dony.
Direktur Utama ID Food Ghimoyo menegaskan bahwa perusahaan akan difokuskan sebagai pemegang produk sekaligus distributor. “Kita serahkan pabrik, SGN serahkan produknya untuk kita jual karena kita nanti akan mengarah kepada BUMN perdagangan, sehingga bisa menguasai sekitar 47% market share nasional,” kata Ghimoyo dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna menambahkan bahwa proses merger telah mencapai tahap akhir. “Rencana penggabungan pabrik gula dengan ID Food sudah dalam penyelesaian,” ujarnya. Ia menyebutkan, langkah ini tinggal menunggu finalisasi administrasi dan persetujuan pemegang saham sebelum dilaksanakan.
Langkah konsolidasi ini diharapkan mengatasi masalah struktural sektor gula, seperti kebocoran gula rafinasi impor ke pasar dalam negeri serta tekanan harga akibat impor yang mengurangi daya saing produk lokal. Dengan model baru, pemerintah ingin mewujudkan holding gula raksasa yang mampu mendominasi pasar domestik.