Meeting Results: Trump Emosi Serang NATO, Ancam ‘Perang’ Baru di Tanah Eropa

Trump Mengkritik NATO, Ancam ‘Perang’ Baru di Eropa

Jakarta, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap sekutu NATO yang dinilainya tidak mendukung penuh negara itu dalam konflik di Iran. Pernyataan keras ini muncul menjelang kunjungan Kepala NATO Mark Rutte ke Washington, yang dijadwalkan pada akhir pekan ini. Rutte akan bertemu Trump, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam diskusi tingkat tinggi untuk menenangkan ketegangan yang muncul.

Perang Kata-kata dengan Aliansi Pertahanan

Trump menyebut para anggota NATO sengaja menarik diri dari konflik, meski ia tidak menyebut negara spesifik yang menolak. “Mereka bilang, ‘Tidak, tidak, tidak, kami tidak akan membantu,’ ” kata Trump dalam wawancara yang dimuat Selasa (7/4/2026). Ia menuding sikap ini mencerminkan kelemahan NATO sebagai benteng pertahanan Barat, menyamakan organisasi itu dengan ‘macan kertas’ yang tak menakutkan Putin.

“Aliansi ini adalah macan kertas yang tidak ditakuti oleh Presiden Rusia Vladimir Putin,” tegas Trump dengan nada meremehkan.

Perselisihan tentang Greenland

Ketidaksenangan Trump terhadap NATO berawal dari sengketa lama terkait wilayah Greenland, yang dikuasai Denmark. Selama ini, Trump tidak menyembunyikan hasratnya untuk mengambil alih wilayah strategis tersebut, meski dihalangi oleh anggota aliansi lain. “Semua itu bermula dari-jika Anda ingin tahu kebenarannya-Greenland,” jelas Trump saat merujuk kekecewaannya.

Ia menyatakan penolakan NATO terhadap rencananya memperkuat hubungan yang terganggu. Trump mengisyaratkan bahwa AS bersedia berhenti bekerja sama jika kepentingannya tidak dipenuhi. “Kami menginginkan Greenland. Mereka tidak mau memberikannya kepada kami. Dan saya bilang, ‘sampai jumpa,’ ” tambahnya.

Kritik ke Sekutu Non-NATO

Selain menyerang NATO, Trump juga menyoroti keberatan terhadap sekutu tradisional seperti Korea Selatan, Australia, dan Jepang. Ia menganggap mereka tidak aktif dalam operasi militer di Iran. Sebaliknya, Trump memuji negara-negara di Teluk, termasuk Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan UEA, atas dukungan penuh mereka selama konflik berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *