New Policy: Bukan BBM, Warga Seoul Panic Buying Kresek Sampah karena Perang Iran
Bukan BBM, Warga Seoul Mulai Panik Membeli Kresek Sampah
Karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah, masyarakat Seoul, Korea Selatan, mengalami lonjakan pembelian kantong sampah dalam seminggu terakhir. Jumlah penjualan kantong sampah harian meningkat hampir lima kali lipat, mencapai sekitar 2,7 juta unit, menurut catatan pemerintah setempat. Fenomena ini menyebabkan beberapa toko besar menerapkan batasan pembelian per konsumen.
Langkah Pemerintah Memastikan Ketersediaan Kresek Sampah
Menteri Energi Korsel, Kim Sung-whan, mengklaim pasokan kantong sampah standar tetap aman. “Tidak perlu khawatir tentang pasokan kantong sampah resmi,” tulisnya melalui media sosial, seperti dilaporkan AFP, Senin (30/3/2026). Ia menyatakan bahan baku daur ulang masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka panjang.
“Kapasitas penggunaan bahan daur ulang sangat besar, sehingga tidak akan ada masalah pasokan selama lebih dari satu tahun,” tambahnya. Dalam skenario terburuk, pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan kantong plastik biasa sebagai pengganti.
Di Korsel, warga diwajibkan menggunakan kantong sampah resmi yang dijual pemerintah, sementara kantong belanja atau plastik lainnya tidak boleh digunakan untuk membuang sampah. “Anda tidak akan pernah terpaksa menyimpan sampah di rumah,” ujarnya.
Latar Belakang Konflik yang Mengguncang Pasokan
Korsel adalah salah satu negara importir utama minyak dunia. Mayoritas impor minyak melewati Selat Hormuz, jalur strategis yang terganggu setelah Iran menutup aksesnya setelah serangan AS dan Israel sejak 28 Februari lalu. Kondisi ini mendorong pemerintah menetapkan batasan harga bahan bakar untuk pertama kalinya sejak 1997.
Sebagai respons, pemerintah juga menyiapkan anggaran tambahan “masa perang” senilai 25 triliun won, sekitar Rp 270 triliun. Selain itu, masyarakat diminta menghemat energi dengan cara seperti mengurangi durasi mandi, lebih sering berjalan kaki, serta mengisi daya perangkat elektronik di siang hari.