New Policy: Buktikan Komitmen Jaga Lingkungan, Polytama Raih PROPER Emas

Buktikan Komitmen Jaga Lingkungan, Polytama Raih PROPER Emas

Di Jakarta, PT Polytama Propindo berhasil memperoleh penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Ini menandai keberhasilan perusahaan dalam menerapkan langkah-langkah pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq selama acara Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Selasa (7/4/2026).

Kementerian Lingkungan Hidup menjelaskan bahwa penghargaan PROPER tahun ini berdasarkan mandat Undang-Undang Nomor 70 Tahun 2024. PT Polytama Propindo menunjukkan komitmen yang kuat melalui berbagai inovasi yang telah diterapkan, termasuk Program Optimalisasi Rate Extruder (OPERATE) PCR 2.

“Penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi upaya perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Hanif Faisol Nurofiq.

Inovasi OPERATE PCR 2 berhasil mengurangi konsumsi energi listrik hingga 6.622,56 Giga Joule pada tahun 2024. Selain itu, perusahaan memanfaatkan RDF (Refuse Derived Fuel) sebagai bahan bakar alternatif dalam sistem co-firing boiler batubara, yang berkontribusi pada pengurangan emisi sebesar 68 ton CO2e. Tindakan ini mendukung tujuan menuju karbon netral.

PT Polytama Propindo juga meluncurkan Fines Removal Pelletizing Control Room (PCR) 2 di unit Pelletizing dan Granular. Inovasi ini meningkatkan efisiensi penggunaan air sekitar 2.635 m³ pada 2024. Sebagai bentuk penghargaan, acara PROPER merupakan ajang tahunan yang menilai upaya dan inovasi dalam menjaga lingkungan hidup.

Kriteria Penilaian PROPER

Kriteria PROPER dibagi menjadi dua bagian utama: ketaatan dan standar di luar kepatuhan (beyond compliance). Ketaatan mencakup upaya dalam mengendalikan pencemaran udara, air, serta limbah B3 dan non B3. Selain itu, perusahaan juga fokus pada pengelolaan sampah, pengendalian kerusakan lahan, dan pemeliharaan sumber daya air.

Kriteria beyond compliance lebih fleksibel, sesuai dengan perkembangan teknologi dan isu lingkungan global. Poin penilaian meliputi penerapan manajemen lingkungan, efisiensi energi, pengurangan emisi, serta praktik reduce, reuse, dan recycle limbah B3. Perusahaan juga mendapat nilai atas konservasi air dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *