New Policy: Gencatan Senjata Terancam Bubar, Iran Ngamuk Israel Serang Lebanon
Gencatan Senjata Terancam Bubar, Iran Ngamuk Israel Serang Lebanon
Setelah serangan udara Israel yang menghancurkan wilayah Lebanon, Iran secara resmi menyampaikan kekecewaannya terhadap negara tersebut. Peristiwa ini terjadi setelah kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran dengan Teheran seharusnya meredakan konflik di kawasan itu. Namun, kekecewaan Iran muncul karena Israel terus melakukan operasi militer tanpa menghentikan serangan terhadap Lebanon.
Iran Menyatakan Tidak Masuk Akalnya Perjanjian Damai
Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bager Qalibaf, mengkritik kesepakatan tersebut sebagai perjanjian yang tidak memadai. Dalam pernyataan resminya, ia menyebut bahwa pembicaraan damai permanen sudah tidak relevan setelah Israel melancarkan serangan terhadap Lebanon.
“Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral atau negosiasi adalah hal yang tidak masuk akal,” ujar Qalibaf.
Pihak Israel dan AS menjelaskan bahwa kesepakatan hanya mencakup wilayah tertentu, bukan Lebanon. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan operasi militer di Lebanon akan berlanjut tanpa henti, meskipun ada keberatan dari Iran.
Perbedaan Pemahaman tentang Wilayah Kesepakatan
Vakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, yang memimpin delegasi di Budapest, mengungkapkan adanya kesalahpahaman dari pihak Iran mengenai cakupan wilayah perjanjian. “Pihak Iran mengira gencatan senjata mencakup Lebanon, padahal kenyataannya tidak demikian,” kata Vance.
Ketegangan semakin memuncak karena isu nuklir Iran yang menjadi akar perang. Trump menegaskan Iran setuju menghentikan pengayaan uranium dan menyerahkan stok yang ada, tetapi Qalibaf membantah klaim tersebut, menyatakan Iran tetap diizinkan melanjutkan aktivitas nuklir sesuai perjanjian.
“Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Iran untuk menggali dan memindahkan seluruh ‘Debu’ Nuklir yang terkubur sangat dalam,” tulis Trump di media sosial.
Dengan kekacauan yang terjadi, Layanan Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan 254 korban tewas di seluruh wilayah pada Rabu, dengan jumlah tertinggi di Beirut. Alireza, warga Teheran, merasa skeptis mengenai efektivitas diplomasi, tetapi masih berharap situasi akan stabil.
“Israel tidak akan membiarkan diplomasi bekerja, dan Trump mungkin berubah pandangan besok. Tapi setidaknya kita bisa tidur malam ini tanpa serangan,” kata Alireza.
Dewan Keamanan Nasional Agung Iran menegaskan keberhasilan negara adidaya dalam perang terhadap bangsa Iran, menyebutnya sebagai kemenangan yang tidak dapat disangkal.
“Musuh, dalam perangnya yang tidak adil, ilegal, dan kriminal melawan bangsa Iran, telah menderita kekalahan bersejarah dan telak,” bunyi pernyataan resmi lembaga tersebut.