New Policy: Iran Tembak Jatuh 2 Jet Tempur AS, Trump Beri Respons Mengejutkan
Iran Tembak Jatuh 2 Jet Tempur AS, Trump Beri Respons Mengejutkan
Iran berhasil menargetkan dua pesawat tempur milik Amerika Serikat pada Jumat (3/4/2026). Operasi pencarian dan penyelamatan untuk para awak pesawat dilakukan setelah kejadian tersebut. Media AS seperti Axios dan CBS News melaporkan bahwa salah satu dari dua pilot telah ditemukan dan diselamatkan oleh pasukan khusus negara tersebut. Namun, pencarian untuk awak pesawat yang kedua masih berlangsung.
Detail Pesawat yang Ditembak Jatuh
Menurut laporan The New York Times dan The Wall Street Journal, pesawat yang jatuh adalah jenis F-15E Strike Eagle, yang dioperasikan oleh seorang pilot dan seorang perwira sistem persenjataan di kursi belakang. Operasi penyelamatan oleh pasukan khusus AS berlangsung setelah kejadian pertama kali dianggap sebagai serangan terhadap pesawat tempur Amerika di wilayah Iran sejak Trump memerintahkan operasi militer.
Foto dan video yang beredar di media sosial serta berita Iran menunjukkan helikopter dan pesawat AS terbang rendah di sekitar lokasi kejadian. Pada hari yang sama, pesawat militer AS lainnya juga menjadi sasaran serangan Iran. Seorang pejabat AS mengatakan bahwa pesawat A-10 Thunderbolt II terkena tembakan, menyebabkan pilotnya harus melakukan pelontaran.
Pesawat A-10, yang dikenal sebagai “Warthog,” berhasil keluar dari wilayah Iran sebelum pilot melakukan pelontaran. Pilot tersebut kemudian diselamatkan. Militer Iran langsung mengklaim tanggung jawab atas serangan tersebut, dengan media pemerintah mengutip pernyataan dari kantor hubungan masyarakat militer. Mereka menyebut pesawat itu jatuh ke Teluk Persia setelah sistem pertahanan udara Iran menargetkannya di dekat Selat Hormuz.
Pernyataan Trump dan Reaksi Ghalibaf
“Tidak, tidak sama sekali. Tidak, ini adalah perang. Kita sedang berperang,” ujar Presiden Donald Trump.
Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf mengkritik klaim kemenangan Trump yang terus-menerus dalam perang. Dalam unggahan media sosial, ia menulis, “Setelah mengalahkan Iran 37 kali berturut-turut, perang tanpa strategi yang brilian yang mereka mulai ini sekarang telah diturunkan dari ‘perubahan rezim’ menjadi ‘Hei! Bisakah seseorang menemukan pilot kami? Tolong?’”