New Policy: Kemlu Update WNI di Perang AS-Iran: Ribuan Pulang, 720 Masih Tertahan
Kementerian Luar Negeri RI: Ratusan WNI Tertahan di Timur Tengah, Banyak Sudah Kembali
Dalam situasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memanas sejak akhir Februari lalu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus mengawasi kondisi warga negara Indonesia (WNI) di wilayah Timur Tengah. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI, Heni Hamidah, mengatakan bahwa pemerintah telah membantu 2.285 orang WNI melakukan pemulangan mandiri.
Hingga saat ini, perwakilan RI di Timur Tengah telah membantu 2.285 WNI melakukan pemulangan mandiri, yang tidak termasuk jemaah umroh yang sudah kembali.
Dalam rangkaian upaya tersebut, Kemlu juga fokus pada pemulangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Meski demikian, sekitar 720 WNI masih terjebak di beberapa wilayah Timur Tengah karena gangguan penerbangan.
Saat ini, 720 WNI masih terjebak akibat gangguan penerbangan dan sedang diproses untuk bisa kembali ke Tanah Air.
Di Iran, jumlah WNI yang tercatat mencapai 281 orang, termasuk 35 anak buah kapal (ABK) yang menetap di kapal-kapal di pesisir. Kemlu melalui KBRI Tehran terus berkomunikasi dengan WNI di wilayah tersebut, baik yang tinggal maupun sementara, untuk memastikan keselamatan mereka. Pemerintah sedang menyusun skema evakuasi tambahan untuk WNI yang ingin kembali. Namun, kelancaran evakuasi bergantung pada situasi keamanan di lapangan.
Rencana evakuasi terus disesuaikan dengan perkembangan terkini, termasuk memastikan rute perjalanan WNI tetap aman, baik untuk berkumpul maupun menuju negara tujuan.