New Policy: Paus Leo Balas “Serangan” Trump, Katakan Ini
Paus Leo Balas “Serangan” Trump, Katakan Ini
Jakarta, Paus Leo XIV menegaskan bahwa ia tidak bermaksud berselisih dengan Presiden AS Donald Trump. Pernyataan ini datang setelah Trump mengkritik komentar paus tentang konflik antara Amerika dan Iran. Saat berada di pesawat kepausan menuju Aljazair untuk kunjungan pertamanya ke Afrika, paus mengatakan kepada wartawan, “Saya bukan politisi.” Menurutnya, tujuan utama adalah “memperkenalkan perdamaian.”
Trump Serang Paus atas Komentar Soal Perang
Sebelumnya, Trump telah membagikan tulisan panjang di media sosial yang menyerang Paus Leo XIV. Ia menyebut paus sebagai “lemah dalam menangani kejahatan” dan “buruk dalam kebijakan luar negeri.” Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menulis, “Saya tidak menginginkan seorang Paus yang merasa Iran boleh memiliki senjata nuklir.” Ia juga menegaskan bahwa Leo perlu “memperbaiki perilakunya sebagai Paus, menggunakan akal sehat, berhenti melayani kelompok kiri radikal, dan fokus menjadi paus yang hebat, bukan seorang politisi.”
“Leo harus berhenti menganggap tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir,” tulis Trump, seraya menuduh paus “bermain-main dengan negara yang menginginkan senjata nuklir.”
Dalam kesempatan lain, Trump menyatakan bahwa ia berperan dalam pemilihan Paus Leo, yang merupakan paus kelahiran Amerika pertama. “Jika saya tidak ada di Gedung Putih, Leo tidak akan menjadi paus di Vatikan,” ujarnya saat berada di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, bersama para jurnalis, seperti dilaporkan AFP. Ia menambahkan bahwa pihak gereja memilih paus tersebut “untuk mengambil hati Gedung Putih.”