New Policy: Penjualan Daihatsu Gran Max Tiba-Tiba Terbang, karena MBG?
Penjualan Daihatsu Gran Max Tiba-Tiba Terbang, karena MBG?
Jakarta, Kenaikan penjualan Daihatsu Gran Max terjadi secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, meski persaingan dari merek kendaraan niaga Tiongkok semakin meningkat. Pada ajang GIICOMVEC 2026, produsen asal Jepang tersebut menyatakan bahwa keberadaan pesaing baru justru memberi ruang bagi ekspansi pasar, bukan hanya mengancam pelaku usaha lama.
Menurut Tri Mulyono, kepala divisi pemasaran dan hubungan pelanggan PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), pengaruh dari merek-merek baru bisa memicu permintaan konsumen. “Dengan berbagai opsi yang tersedia, masyarakat kini memiliki pilihan lebih lengkap sesuai kebutuhan mereka, yang berpotensi mendorong pertumbuhan pasar,” ujarnya di GIICOMVEC, Kamis (9/4/2026).
“Pastinya kembali kepada kustomer yang akan menentukan, apakah dengan pilihan-pilihan yang nanti diberikan, itu juga bisa memberikan satu keyakinan kepada kustomer untuk membeli,” kata Tri.
Meski kompetisi semakin sengit, model Gran Max tetap menjadi andalan Daihatsu. Data terbaru menunjukkan peningkatan penjualan Gran Max Pick Up dari 3.300 unit per bulan menjadi 4.200 unit, sementara varian Blind Van naik dari 1.200 menjadi 2.300 unit. Kenaikan ini terjadi saat peralihan dari kuartal ketiga ke kuartal keempat tahun 2025.
Dalam konteks ini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga turut berkontribusi pada peningkatan penjualan. Namun, Daihatsu belum bisa memastikan hubungan langsung antara program tersebut dengan kenaikan penjualan. “Tetapi kami terus terang tidak bisa mengidentifikasi apakah memang ini dipicu juga oleh MBG,” jelas Tri.
Secara industri, pasar kendaraan niaga mencapai kontribusi sekitar 27% dari total pasar otomotif nasional, atau lebih dari 222 ribu unit pada 2025. Gran Max tetap menjadi tulang punggung Daihatsu, dengan pangsa pasar lebih dari separuh di segmen pick up low. Sejak diluncurkan pada 2007, model ini telah terjual lebih dari 900 ribu unit hingga awal 2026, menunjukkan tingkat kepercayaan yang kuat dari pengusaha.
Daihatsu mengandalkan kombinasi harga kompetitif, fleksibilitas desain, serta jaringan layanan luas untuk mempertahankan dominasi. Dengan lebih dari 260 outlet dan ribuan titik servis di seluruh Indonesia, perusahaan tersebut membangun ekosistem yang mampu menghadapi tekanan dari pesaing. Persaingan kini tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada layanan dan loyalitas jangka panjang.