New Policy: Perdana ASN WFH Jumat, Begini Situasi di Kemenkeu-KemenPU
Perdana ASN WFH Jumat, Begini Situasi di Kemenkeu-KemenPU
Pemerintah mengenalkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) sekali dalam seminggu, yaitu pada hari Jumat. Kebijakan ini mulai diterapkan hari ini, Jumat (10/4/2026). Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran dan mengurangi konsumsi bahan bakar, terutama dalam kondisi gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.
Dilaporkan CNBC Indonesia, beberapa kementerian terlihat sepi saat ini. Salah satunya adalah Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), di mana Gedung Djuanda I tampak lengang. Di sisi lain, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPU) masih menjalankan aktivitas normal. Hal ini disebabkan oleh lokasi gedung Wisma Mandiri yang menjadi tempat kerja karyawan dari berbagai unit, termasuk KemenPU.
Kendaraan dinas di depan Wisma Mandiri juga tidak terlihat banyak digunakan. Sementara itu, sejumlah pegawai KemenPU tetap hadir di kantor hari ini. Menteri PU Maruarar Sirait dan timnya sedang melakukan inspeksi ke Sulawesi Utara untuk mengevaluasi proyek perumahan.
Perbedaan Pengaturan di KemenPU
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadi perhatian tersendiri. CNBC Indonesia mencatat, kementerian ini tetap menjalankan sistem kerja harian tanpa adopsi WFH. Dody Hanggodo, Menteri PU, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan fungsi penting kementerian dalam pengembangan infrastruktur serta respons terhadap bencana di berbagai wilayah.
“PU bertugas membangun infrastruktur dan menjadi bagian dari tim utama saat bencana terjadi. Karena itu, kami memutuskan tidak menerapkan WFH,” ujar Dody di Kementerian PU, Jumat (10/4/2026).
Dody menambahkan, meski tidak menggunakan sistem WFH, kementerian tetap berupaya menghemat anggaran. Contohnya, penggunaan listrik dan pendingin ruangan dikurangi setelah pukul 5 sore.
Langkah penghematan ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan efisiensi operasional. “Meski tidak WFH, kami tetap menerapkan cara kerja yang efektif dan efisien. Misalnya, pengurangan penggunaan AC dan penerapan sistem aliran angin alami di ruangan,” jelas Dody. Kebijakan ini sedang dinilai untuk menilai dampaknya terhadap pengeluaran negara.