New Policy: Taklukan Dolar AS dari Rp17.000 ke Rp7.000, Ini Resep Menteri Soeharto

Mengatasi Depresiasi Rupiah ke Rp7.000, Strategi yang Dipakai oleh Mantan Menteri Soeharto

Di Jakarta, mantan Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri era Presiden Soeharto, Ginandjar Kartasasmita, memberikan penjelasan mengenai upaya pemerintah dalam mengatasi krisis moneter 1998 yang menyebabkan rupiah terdepresiasi hingga Rp16.000-Rp17.000 per dolar AS, jauh dari nilai Rp2.300-Rp2.400 sebelumnya.

Krisis Bukan Hanya Soal Mata Uang

Ginandjar menegaskan bahwa inti dari krisis tersebut bukan hanya soal krisis moneter, melainkan runtuhnya kepercayaan pasar terhadap kekuatan ekonomi Indonesia. ‘Dalam setiap krisis, kuncinya adalah mengembalikan kepercayaan, baik kepada pasar maupun masyarakat,’ katanya saat peluncuran buku biografinya, dikutip Minggu (12/4/2026).

Dalam setiap krisis, kunci utamanya adalah mengembalikan kepercayaan. Baik kepercayaan pasar terhadap ekonomi maupun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Pelaku Ekonomi Terpancing Panic

Tekanan terhadap rupiah saat itu terjadi karena kepanikan pasar yang mendorong pelaku ekonomi mempercepat pembelian dolar AS. Kondisi ini mempercepat penghabisan cadangan devisa dan memperburuk likuiditas perbankan dalam valuta asing.

Rupiah jatuh bebas karena pasar benar-benar kehilangan kepercayaan.

Kolaborasi Internasional dan Kebijakan Domestik

Untuk menghadapi situasi tersebut, pemerintah menetapkan target penguatan rupiah kembali ke bawah Rp10.000 per dolar AS sebagai titik psikologis yang lebih stabil. Namun, kebijakan domestik sendiri tidak cukup untuk mencapai tujuan tersebut.

Ginandjar menjelaskan bahwa dukungan internasional menjadi faktor penting dalam pemulihan kredibilitas ekonomi Indonesia. Pemerintah bekerja sama dengan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank guna mendapatkan bantuan likuiditas saat cadangan devisa sedang berkurang.

Kami menerima bantuan dari IMF dan World Bank, meskipun dengan persyaratan yang ketat.

Pemulihan Berdasarkan Kepercayaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *