New Policy: Video: Sayuran Untuk MBG, Petani Milenial – Smart Farming Dikerahkan

Video: Strategi Kementan Tingkatkan Produksi Sayuran untuk MBG, Target Petani Milenial

Jakarta — Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program utama Presiden Prabowo Subianto, dinilai Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian RI, Muhammad Agung Sunusi, sebagai penggerak permintaan terhadap produksi hortikultura sayuran. Ia menyebut bahwa MBG mampu meningkatkan minat petani, terutama generasi muda, untuk terlibat dalam sektor pertanian. Kementerian Pertanian pun menerapkan berbagai strategi untuk memastikan kebutuhan sayuran seperti bayam, kangkung, wortel, kentang, cabai, dan bawang terpenuhi di seluruh Indonesia, termasuk daerah-daerah yang bukan sentra produksi seperti wilayah timur.

Pengembangan Cold Storage dan Teknologi Smart Farming

Dalam upaya menjamin ketersediaan sayuran, Kementerian Pertanian mendorong pemerintah daerah untuk membangun fasilitas cold storage. Tujuannya adalah menyimpan hasil panen sementara hingga distribusi ke pasar bisa berjalan lancar. Selain itu, kementerian juga fokus pada penerapan teknologi smart farming, khususnya di pulau Jawa hingga Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Langkah ini bertujuan mengakselerasi produksi pangan dan mengaktifkan peran petani milenial dalam transformasi sektor pertanian.

“MBG menjadi faktor pendorong utama bagi meningkatnya permintaan sayur di tingkat petani, terutama generasi muda,” ujar Muhammad Agung Sunusi.

Pertanyaan muncul: bagaimana strategi Kementan bisa memastikan produksi sayuran sesuai kebutuhan MBG? Simak selengkapnya dalam wawancara dengan Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian RI, Muhammad Agung Sunusi, dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 13/04/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *