Raksasa Nuklir Muslim ‘Turun Gunung’ – AS-Iran Akhirnya Sepakati Ini
Raksasa Nuklir Muslim ‘Turun Gunung’, AS-Iran Akhirnya Sepakati Ini
Dalam situasi yang memanas di Timur Tengah, Pakistan melakukan upaya diplomasi intensif dengan mengajukan permintaan kepada Presiden AS Donald Trump untuk menunda tenggat waktu penyerangan terhadap Iran selama dua minggu. Langkah ini bertujuan mencegah konflik meluas serta mengajak Teheran membuka kembali Selat Hormuz, jalur utama distribusi energi global. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengatakan bahwa proses penyelesaian perdamaian menunjukkan kemajuan stabil dan signifikan. Menurutnya, kesepakatan bisa menciptakan dampak besar untuk kestabilan kawasan dalam waktu dekat.
Sharif menulis melalui akun media sosial X pada Selasa, 7 April 2026, meminta Trump untuk memberi waktu tambahan. Ia juga mengajukan undangan agar Iran segera mengizinkan alur kapal di Selat Hormuz selama dua minggu. Di sisi lain, pejabat Iran yang tidak disebutkan identitasnya menegaskan bahwa Teheran sedang meninjau usulan Pakistan dengan optimisme, berharap mengurangi tekanan di wilayah tersebut.
Situasi kritis terjadi beberapa jam sebelum tenggat waktu Trump berakhir. Pada Selasa, 8 Maret 2026, Trump meningkatkan ancamannya dalam unggahan di Truth Social, mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika mereka tidak segera membuka Selat Hormuz. Iran, sebagai respons, telah memblokir hampir semua lalu lintas maritim di wilayah strategis tersebut sejak 28 Februari 2026, sebagai balasan serangan AS-Israel. Selat Hormuz menjadi jalur distribusi bagi seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia, yang sangat vital bagi ekonomi global.
“Mungkin tidak dalam 3 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun, tetapi pada akhirnya, mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban,” tulis Oona Hathaway, pakar hukum internasional dari Yale University, dalam unggahannya.
Pakar hukum AS, Oona Hathaway, menyoroti ancaman Trump yang bisa dianggap sebagai tindakan kejahatan perang. Ia menilai pernyataan Trump di media sosial menjadi bukti kuat untuk proses hukum internasional. Di sisi lapangan, Israel dilaporkan menyerang jalur kereta api dan jembatan di beberapa daerah Iran, sementara pasukan Iran melakukan serangan ke negara-negara tetangga seperti Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Di Jakarta, Islamabad mengharapkan kesepakatan diplomatik sebelum tenggat waktu Trump berakhir. Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, mengatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan tawaran Pakistan. Leavitt menyatakan bahwa Trump telah memahami proposal tersebut dan akan memberikan tanggapan resmi segera. Meskipun ada upaya menyabotase dari pihak tertentu, sumber dari Pakistan menegaskan bahwa peluang kesepakatan masih terbuka hingga menit terakhir.