Solution For: Industri Otomotif Rebutan Chip dengan AI, Pasokan Makin Ketat
Industri Otomotif Rebutan Chip dengan AI, Pasokan Makin Ketat
Jakarta, Ketegangan pasokan chip semikonduktor kembali memengaruhi industri otomotif global, kali ini dikarenakan persaingan dengan sektor kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat. Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengungkapkan bahwa fenomena ini mulai terasa di tengah meningkatnya permintaan chip untuk teknologi AI.
“Di samping kenaikan harga plastik dan bahan bakar, kompetisi sekarang juga terjadi di sektor chip. Mirip dengan masa pandemi, tetapi fokusnya berubah menjadi AI,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/4/2026).
Produksi chip global kini lebih banyak dialihkan ke AI karena sektor tersebut menawarkan potensi nilai ekonomi yang lebih tinggi. Akibatnya, pasokan chip untuk industri otomotif menjadi lebih terbatas. “Harganya lebih menarik untuk sektor AI dibandingkan yang konvensional untuk mobil,” tambahnya.
Permintaan masif terhadap AI telah mengubah pola distribusi chip di pasar global. Hal ini membuat industri otomotif harus bersaing lebih ketat untuk memperoleh bahan baku. Kukuh Kumara mengakui bahwa awal mula pergeseran ini sulit ditentukan secara pasti, meski dampaknya sudah mulai terasa.
“Pastinya saya nggak tahu kapan mulainya. Tapi permintaan AI ini pasti memengaruhi pasokan chip,” jelasnya.
Kondisi ekonomi yang belum pulih menambah kompleksitas tantangan industri otomotif, terutama akibat keterbatasan pasokan chip. Keterbatasan ini berpotensi mengganggu produksi kendaraan secara global. Sementara itu, industri belum memiliki solusi cepat untuk mengatasi masalah tersebut.
Proses relokasi atau diversifikasi pemasok chip dinilai tidak mudah dilakukan dalam waktu singkat. Kukuh berharap kelangkaan ini tidak berlangsung terlalu lama agar rantai pasok kembali stabil. “Peningkatan kebutuhan AI ini berdampak terhadap chip. Mudah-mudahan cepat berlalu,” tutupnya.