Solution For: Potret Pabrik Drone Tempur di Ukraina, Begini Penampakannya!
Potret Pabrik Drone Tempur di Ukraina, Begini Penampakannya!
Kamis (2/4/2026), petugas produksi di lokasi rahasia Fire Point menyelesaikan pembuatan drone tempur FP-1 di fasilitas perusahaan tersebut. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Upaya Mempertahankan Wilayah Udara
Sementara itu, perusahaan yang menghasilkan rudal jelajah Flamingo Ukraina sedang berdiskusi dengan mitra Eropa untuk meluncurkan sistem pertahanan udara baru pada tahun 2027, menurut sumber internal kepada Reuters. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Target Biaya yang Menarik
Dengan perang di Ukraina dan Iran menciptakan ketidakstabilan global, Denys Shtilierman, pendiri dan arsitek utama Fire Point, menyatakan bahwa tujuan perusahaan untuk mengurangi biaya pencegatan rudal balistik hingga di bawah satu juta dolar atau sekitar Rp17 miliar merupakan langkah ambisius. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
“Kami berharap mencapai target ini, meski ada tantangan dalam produksi mesin,” kata Shtilierman.
Peluang Investasi dan Teknologi Baru
Perusahaan juga menunggu persetujuan dari konglomerat Timur Tengah yang menilai nilai Fire Point hingga US$2,5 miliar atau sekitar Rp42,6 triliun. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Komponen ini akan membuka peluang ekspansi, termasuk pengembangan satelit orbit rendah, menurut sumber tersebut. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Berkembang dari Medan Perang
Pengalaman bertahun-tahun Ukraina dalam menghadapi serangan Rusia menjadikan negara itu sebagai inovator teknologi pertahanan berbiaya rendah. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Kyiv memanfaatkan keahlian ini untuk menandatangani perjanjian keamanan dengan pemerintah berbagai wilayah. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Kompetisi dengan Sistem Patriot
Shtilierman menjelaskan bahwa sistem Patriot, yang diproduksi oleh Raytheon dan Lockheed Martin, biasanya memerlukan dua atau tiga rudal pertahanan udara untuk menangkap proyektil balistik, masing-masing dengan harga ratusan ribu dolar. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
“Meski efektivitas rudal Flamingo lebih rendah dibandingkan Patriot, permintaan dari pemerintah akan tetap tinggi karena biaya produksinya jauh lebih murah,” tambahnya.
Fire Point telah menghasilkan ratusan drone jarak jauh setiap hari, masing-masing dengan biaya sekitar 50.000 euro (US$57.775) atau Rp986 juta. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Sementara rudal Flamingo dibuat dengan biaya sekitar 600.000 euro atau Rp11,8 miliar per unit. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)