Solving Problems: Lengkap! Ini Pernyataan Resmi Trump Soal Gencatan Senjata Iran
Lengkap! Pernyataan Resmi Trump Tentang Gencatan Senjata Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih untuk mengumumkan kesepakatan jeda perang dengan Iran selama dua minggu, pada Selasa, 7 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai respons atas blokade yang dilakukan Iran di Selat Hormuz, yang berpotensi mengganggu kestabilan pasokan energi global. Menurut sumber Reuters, Trump menyatakan setuju menahan operasi militer setelah berdiskusi secara intensif dengan pihak penengah. Ia menegaskan bahwa AS telah menerima usulan perdamaian yang dinilai sangat berpotensi mengakhiri konflik berkepanjangan di wilayah Timur Tengah.
Proses Kesepakatan
Kesepakatan ini dicapai setelah serangkaian serangan militer oleh AS dan sekutunya, Israel, terhadap Iran sejak 28 Februari 2026. Serangan tersebut berdasarkan keinginan untuk menghentikan ambisi Iran dalam mengembangkan senjata nuklir. Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz hingga tenggat waktu pukul 20.00 waktu setempat.
“Setelah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, saya menyetujui penundaan serangan dan pemboman terhadap Iran selama dua minggu. Hal ini dilakukan atas permintaan mediator internasional dan persetujuan Iran untuk mengembuka Selat Hormuz secara lengkap, segera, serta aman,” tutur Trump.
Pernyataan Resmi Gedung Putih
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu, 8 April 2026, Gedung Putih mengonfirmasi keputusan tersebut. Teks pernyataan menyebutkan bahwa jeda perang ini merupakan langkah dua pihak yang bertujuan mengamankan kesepakatan jangka panjang. Trump menekankan bahwa AS dan Iran telah mencapai kemajuan signifikan dalam negosiasi, dengan hampir seluruh poin konflik sebelumnya telah selesai dibahas.
“Penundaan ini memberi ruang bagi kita untuk menyempurnakan dan menyelesaikan kesepakatan perdamaian. Saya bersyukur atas kerja sama dari pihak Iran dan negara-negara Timur Tengah dalam mencapai resolusi untuk konflik yang berlangsung lama,” ujar Trump dalam pernyataan tersebut.
Dengan demikian, keputusan ini dianggap sebagai langkah penting menuju perdamaian di wilayah Timur Tengah, sekaligus menunjukkan komitmen AS untuk mengurangi tekanan militer terhadap Iran selama masa jeda dua minggu.