Special Plan: Aturan Baru DHE SDA Direvisi Lagi, Purbaya: Bulan Ini Terbit!

Revisi Kembali Aturan DHE SDA, Purbaya: Terbit Bulan Ini

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan mengapa aturan baru Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari Sumber Daya Alam (SDA) belum diterbitkan sampai saat ini, meskipun awalnya diharapkan berlaku sejak 1 Januari 2026. Ia mengatakan, perubahan ketentuan yang sedang diproses sudah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, masih ada sedikit penyesuaian yang perlu dilakukan sebelum akhirnya diumumkan.

“Sudah disetujui, tapi belum diundangkan. Sedang direvisi sedikit,” ujar Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Purbaya tidak merinci detail perubahan terbaru, tetapi menegaskan bahwa revisi tersebut mempertimbangkan permintaan sejumlah sektor usaha yang menjadi eksportir SDA. “Ada revisi kecil karena beberapa pihak meminta pengecualian, dan Presiden setuju karena tujuan utama DHE adalah mencegah dolar hasil ekspor disimpan di luar negeri,” tambahnya.

Perubahan Utama dalam Regulasi DHE SDA

Revisi terbaru menyebutkan bahwa dana hasil ekspor wajib disimpan hanya di Himbara, kecuali jika ada pengecualian. Sebelumnya, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025, ketentuan definisi bank yang bisa digunakan untuk penempatan DHE tidak diatur secara spesifik. Kini, Himbara menjadi satu-satunya pilihan.

Dalam Pasal 6, lokasi rekening khusus atau reksus (rekayasa sumber daya) kini dibatasi hanya untuk Himbara, sementara sebelumnya bisa dilakukan di LPEI dan/atau bank yang beroperasi dalam valuta asing secara umum.

Besides, batas konversi dana hasil ekspor dari valuta asing ke rupiah diturunkan dari 100% menjadi maksimal 50%. Revisi ini juga memperluas penggunaan valas untuk kebutuhan modal kerja dan pembelian barang/jasa, tidak hanya untuk kebutuhan yang tidak bisa diproduksi lokal.

Pemerintah juga menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) valas domestik untuk menampung dana ekstra yang diperoleh dari DHE. Langkah ini bertujuan memperkuat pasar valas dalam negeri sekaligus meningkatkan likuiditas. “Yang memakai sumber daya alam lokal, tapi keuntungan dolarnya taruh di luar negeri. Nanti segera keluar, mungkin bulan ini,” papar Purbaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *