Special Plan: Purbaya Respons Soal Usulan Potong Gaji Menteri & Anggota DPR
Purbaya Respons Soal Usulan Potong Gaji Menteri & Anggota DPR
Jakarta, rencana pengurangan penghasilan pejabat pemerintah muncul saat pemerintah berupaya menghemat anggaran dalam kondisi ketidakpastian global. Usulan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026), sebagai bagian dari strategi antisipasi dampak ekonomi yang dihadapi beberapa negara akibat perang. Menanggapi pertanyaan lebih lanjut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa ia tidak keberatan jika keputusan pemotongan gaji tersebut diambil.
“Kalau DPR saya gak tahu, kalau menteri sih gak apa-apa (dipotong). Kita lihat kebijakan presiden seperti apa,” ujarnya, di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Senin (6/4/2026).
Dalam penjelasan tambahan, Purbaya memperkirakan bahwa besaran pemotongan gaji bisa mencapai 25%, meski ia masih menunggu keputusan akhir dari presiden. “Kayaknya 25% deh,” katanya.
“Gak apa-apa (dipotong), kan banyak duitnya. Biasanya potong berapa?” tambah Purbaya saat dikonfirmasi kembali.
Menurut Purbaya, pembicaraan mengenai pemotongan gaji sudah berlangsung di tingkat pemerintah. Namun, ia mengakui bahwa keputusan terakhir belum diumumkan. “Saya gak tahu, mesti presiden yang jelasin. Nanti gw susah hidupnya. Ada pembicaraan seperti itu tapi keputusan terakhirnya masih belum clear-ya,” jelasnya.