Special Plan: Sistem Bayar Tol Tanpa Buka Kaca Lama Tak Ada Kabar, Ini Kata Bos BPJT

Sistem Bayar Tol Tanpa Buka Kaca Tidak Mengalami Kemajuan, Ini Penjelasan dari Kepala BPJT

Implementasi sistem pembayaran jalan tol secara otomatis atau Multi Lane Free Flow (MLFF) masih belum menunjukkan dampak besar meskipun diklaim sebagai solusi modernisasi layanan lalu lintas. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini mendorong percepatan proyek tersebut setelah menghadapi hambatan sebelumnya.

Menurut Wilan Oktavian, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), proyek ini sempat mengalami penurunan momentum. Namun kini mulai menemukan jalan keluar setelah menerima rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yang salah satunya mendorong dilanjutkannya uji coba ulang.

Perbedaan pandangan antara pemerintah dan mitra pelaksana tentang efektivitas sistem ini menjadi salah satu penyebab penundaan implementasinya. Wilan menambahkan, sebelumnya terdapat dua pihak yang menyatakan hasil berbeda—BPJT/PU mengklaim sistem belum efektif, sedangkan Roatex atau badan pengatur menilai berhasil.

Karena sebelumnya terdapat dua pihak yang menyatakan hasil berbeda—BPJT/PU mengklaim sistem belum efektif, sedangkan Roatex atau badan pengatur menilai berhasil,” tambahnya.

Kementerian PU kini menyiapkan uji coba ulang dengan pendekatan lebih menyeluruh agar sistem bisa digunakan oleh pengguna dan operator jalan tol secara optimal. Wilan menjelaskan, uji coba ini dirancanakan dilakukan secara end-to-end, mulai dari proses pengunduhan aplikasi hingga penerimaan pembayaran oleh BUJT atau RTS.

Persiapan menuju uji coba penuh telah disusun, dengan tahap pra-uji coba yang berfokus pada penyesuaian aspek teknis dan operasional sistem. Sebagai bagian dari persiapan, Kementerian PU melakukan functional test pada 3-5 Maret lalu. Uji ini lebih fokus pada demonstrasi fitur aplikasi di Kantas dan validasi skenario.

Dalam rangka menyiapkan TOR uji coba, Kementerian PU melakukan functional test pada 3-5 Maret lalu. Uji ini lebih fokus pada demonstrasi fitur aplikasi di Kantas dan validasi skenario,” jelas Wilan.

Functional test ini belum menyelesaikan seluruh tahapan. Pemerintah akan melanjutkan pengujian lanjutan untuk memastikan sistem siap sebelum memasuki fase uji coba lebih luas. Wilan menyebut, functional test tahap dua akan segera dilakukan untuk melengkapi TOR. Setelah TOR lengkap, akan dilakukan uji coba penuh dengan target secepat mungkin,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *