Special Plan: Video: Impor 105 Ribu Pikap Untuk Kopdes, Bos Otomotif Minta Dikaji
Video: Impor 105 Ribu Pikap untuk Kopdes, Bos Otomotif Minta Dikaji
Dalam situasi perang di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah, CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, menyebutkan bahwa industri otomotif memiliki peluang untuk meningkatkan penjualan kendaraan listrik, termasuk mobil niaga. Ia menekankan perlunya tindakan pemerintah dalam memastikan keberlanjutan pasar dan meningkatkan daya beli masyarakat di sektor otomotif Indonesia.
Perkembangan Pasar Kendaraan Listrik
Kompetisi global dan kenaikan harga bahan bakar minyak menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan industri kendaraan listrik, menurut Barus. Ia berharap pemerintah dapat mendukung pengembangan produk lokal sekaligus memperkuat kinerja sektor otomotif nasional.
Kebijakan Impor Pikap dari India
Dalam konteks kebijakan impor, Barus mengkritik pembelian 105 ribu unit mobil pikap asal India oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, kebijakan ini tidak selaras dengan upaya meningkatkan pertumbuhan industri dalam negeri. Pengusaha berharap pemerintah mengevaluasi ulang kebijakan tersebut dan memberi ruang lebih besar bagi produsen nasional.
“Kebijakan impor pikap dari India perlu dipertimbangkan kembali agar fokus dapat dialihkan ke kendaraan listrik dan mendukung industri lokal,” ujar Barus.
Untuk mendapatkan wawasan lebih dalam, simak dialog Dina Gurning dengan CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, dalam program AutoBizz CNBC Indonesia (Selasa, 07/04/2026).