Special Plan: Video: Putar Otak Produsen Yogurt Saat Rupiah Melemah-Impor Susu Naik
Video: Membangun Strategi Produsen Yogurt Saat Rupiah Melemah dan Impor Susu Meningkat
Jakarta – Pelemahan nilai tukar Rupiah dan ketidakseimbangan pasokan menjadi tantangan utama bagi industri manufaktur Indonesia, terutama produsen yogurt, menurut Yudistira Ardisasmita, Sales and Marketing Director PT Yummy Food Utama. Produksi yogurt di sini bergantung pada bahan baku impor, terutama “powder milk” yang sebagian besar diimpor dari kawasan Oceania, seperti New Zealand.
Dengan ketergantungan pada 53% kebutuhan susu bubuk dari luar negeri, pelemahan mata uang lokal langsung memengaruhi biaya produksi. Ardisasmita menjelaskan, ketika harga bahan baku naik lebih dari 15%, produsen “terpaksa” menyesuaikan harga produk sebesar 8-12%, meski dilakukan secara hati-hati.
“Kenaikan harga bahan baku lebih dari 15% memaksa kami menyesuaikan harga jual, tapi harus dipertimbangkan dengan matang,” ujar Yudistira Ardisasmita.
Strategi perusahaan untuk menghadapi volatilitas harga bahan baku dan daya beli konsumen menjadi fokus utama. Bagaimana produsen keju dan yogurt mengatur langkah bisnis di tengah tekanan ini? Simak dialog Syarifah Rahma dengan Yudistira Ardisasmita dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 02/04/2026).