Topics Covered: Beras Bulog 2 Kilogram Siap Meluncur, Ini Perkiraan Harganya

Beras Bulog Akan Diluncurkan dalam Kemasan 2 Kilogram, Berikut Estimasi Harganya

Persiapan dan Perkiraan Harga

Perum Bulog memberikan pernyataan terkait rencana peluncuran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kemasan 2 kilogram. Sebelumnya, beras tersebut hanya tersedia dalam bentuk karung 5 kilogram. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut bahwa saat ini proses penentuan desain kemasan masih berlangsung, sehingga belum dimulai produksi.

“Terkait rencana SPHP dalam kemasan 2 kg, kami sedang siapkan dulu kemasannya, jadi belum produksi,” ujar Rizal saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Kamis (2/4/2026).

Pengaturan Harga dan Target Konsumen

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR hari ini, Rizal mengungkapkan bahwa SPHP 2 kg dibuat untuk memudahkan akses masyarakat dengan pendapatan terbatas. Ia menjelaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) per kg SPHP tetap diatur sebesar Rp12.500, sehingga kemasan 2 kg akan dibanderol seharga Rp25.000.

“Ya kan HET SPHP per kg-nya Rp12.500, ya tinggal kali 2 saja, jadinya berapa? Rp25.000, nanti ya begitu,” lanjutnya.

Perubahan Kebijakan dan Penyesuaian Stok

Rizal menambahkan bahwa kebijakan ini sebagai respons atas daya beli masyarakat yang menurun. Meski penyaluran SPHP pada 2025 hanya dalam bentuk karung 5 kg, kini akan ditambahkan pilihan kemasan 2 kg untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecil atau individu dengan anggaran lebih terbatas.

“Karena mohon maaf, masyarakat juga kan ada yang sangat-sangat minim tidak punya uang, harus beli dengan ukuran yang 2 kg,” kata Rizal saat Rapat Dengar Pendapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Peningkatan Batas Pembelian dan Pemesanan

Bulog juga memberlakukan kebijakan baru terkait pembelian SPHP. Sebelumnya, pembelian dibatasi maksimal dua kemasan per transaksi, kini batasnya diperluas menjadi lima kemasan dalam satu pembelian. Selain itu, kapasitas pemesanan pengecer ditingkatkan dari 2 ton menjadi lebih dari 4 ton per pengiriman.

“Masing-masing pengecer dulu bisa pesan sekali pesan 2 ton, sekarang bisa pesan bisa lebih dari 4 ton,” tambah dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *