Topics Covered: Prabowo Mau Nambah Proyek Andalan Baru, Nilainya Rp239 Triliun
Prabowo Perkenalkan 13 Proyek Hilirisasi Baru, Total Investasi Rp239 Triliun
Pemerintah menekankan pengelolaan sumber daya alam secara intensif untuk meningkatkan nilai tambah melalui percepatan hilirisasi. Dalam rapat terbatas di Hambalang pada 25 Maret 2026, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan khusus terkait langkah ini. Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang mengungkapkan rencana tambahan 13 proyek hilirisasi dengan nilai investasi hingga Rp239 triliun.
Percepatan Hilirisasi dalam Tahap Finalisasi
Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Prabowo meminta laporan terkini mengenai program hilirisasi yang sedang dijalankan. Menurutnya, 13 proyek tambahan ini sedang dalam proses akhir penyusunan. “Kita tambah lagi 13 item hilirisasi dengan total investasi sekitar Rp239 triliun, dan akan kita bahas finalisasi,” terang Bahlil setelah pertemuan di Hambalang beberapa waktu lalu.
Proyek Tahap Awal Sudah Berjalan
Dalam tahap awal, terdapat 20 proyek hilirisasi yang telah dimulai. Sebagian dari proyek tersebut sudah memasuki fase groundbreaking, sementara sebagian lainnya akan dimulai dalam waktu dekat. “Tahap pertama terdiri dari 20 item, sebagian sudah di groundbreaking, dan sebagian lagi akan dilakukan groundbreaking bulan depan,” tambahnya.
Penekanan pada Energi Alternatif
Selain hilirisasi, pemerintah juga fokus pada pengembangan energi alternatif untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa Prabowo menginstruksikan pemanfaatan maksimal potensi energi domestik, mulai dari bioetanol hingga biodiesel. “Bapak Presiden memerintahkan agar seluruh potensi energi di dalam negeri, seperti etanol, biodiesel, dan CPO, dioptimalkan,” tutur Bahlil. Ia juga menyoroti upaya percepatan transisi ke energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari strategi nasional.