Topics Covered: Ribuan Pasukan Elite AS Tiba, Invasi Darat ke Iran Tinggal “Sejengkal”
Pertimbangan Opsi Militer AS
Beberapa ribu pasukan elit Amerika Serikat mulai berdatangan ke Timur Tengah, menandai peningkatan kemungkinan intervensi militer di wilayah Iran. Langkah ini dilakukan saat pemerintahan Donald Trump mempertimbangkan langkah strategis lebih lanjut dalam memperkecil konflik dengan Iran.
Kepresidenan Trump sedang mengevaluasi berbagai skenario, termasuk pengerahan pasukan darat untuk operasi tertentu di dalam Iran. Dua sumber pemerintah AS, seperti dikutip pada Selasa (31/3/2026), menyebutkan bahwa ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 telah mulai tiba di kawasan Timur Tengah.
“Ribuan pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 mulai berada di kawasan tersebut,” kata salah satu sumber kepada Reuters.
Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Trump telah mengajukan rencana untuk memperkuat kehadiran militer di Timur Tengah, termasuk mempertimbangkan operasi darat di wilayah Iran. Pengerahan ini akan meningkatkan kemampuan operasional AS dalam menjalankan tugas di masa depan.
Tambahan Pasukan dan Operasi Khusus
Dari Fort Bragg, Carolina Utara, unit elit tersebut akan bergabung dengan ribuan pelaut, marinir, dan pasukan khusus yang sudah dikirim sebelumnya. Selama akhir pekan, 2.500 marinir juga tiba di kawasan tersebut.
Pejabat AS yang berbicara secara diam-diam tidak menyebutkan lokasi pasti pengerahan pasukan. Namun, mereka menegaskan bahwa langkah ini sudah dipersiapkan. Tambahan anggota tentara ini mencakup komando divisi, logistik, serta satu brigade tempur.
Misi Penjagaan Selat Hormuz
Sejumlah diskusi internal AS juga mencakup rencana menempatkan pasukan di garis pantai Iran guna memastikan keamanan jalur kapal tanker melalui Selat Hormuz. Opsi ini bisa dilakukan oleh kekuatan udara dan laut, dengan penambahan pasukan darat jika diperlukan.
Pembahasan lainnya fokus pada pengambilan ulangan uranium tinggi dari dalam tanah, yang memerlukan pasukan AS berada lebih lama di wilayah Iran. Dukungan publik terhadap tindakan ini masih rendah, sementara Trump pernah berjanji menghindari perang baru di Timur Tengah.
Komentar Trump tentang Kesepakatan Politik
Trump pada Senin mengatakan AS sedang berdiskusi dengan “rezim yang lebih masuk akal” untuk menyelesaikan konflik di Iran. Namun, ia menegaskan bahwa Iran bisa menghadapi serangan terhadap ladang minyak dan pembangkit listrik jika tidak membuka Selat Hormuz.
Selama operasi yang dimulai pada 28 Februari, lebih dari 11.000 target telah diserang. Dalam periode ini, lebih dari 300 tentara AS terluka dan 13 anggota militer tewas dalam operasi yang disebut Operation Epic Fury.