Video: Demi Elektrifikasi 100%, Pembangkit Nuklir: PLTB Dipercepat
Video: Penekanan pada Elektrifikasi 100% Mendorong Pengembangan EBT dan PLTB
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mengungkapkan bahwa konflik Timur Tengah berfungsi sebagai peringatan bagi pemerintah Indonesia. Ia menekankan perlunya percepatan proses elektrifikasi nasional serta peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG).
MPR memberikan dukungan penuh kepada pemerintah dalam upaya mempercepat transisi energi menuju Net Zero Emission 2060. Langkah ini termasuk pembentukan Satgas Percepatan Transisi Energi sebagai upaya koordinasi lebih efektif. Namun, Soeparno menyoroti pentingnya penguatan kerja sama antar kementerian/lembaga (K/L) dalam mengakselerasi pemanfaatan EBT, seperti pengembangan biofuel dan penggantian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
“Perang di Timur Tengah menjadi alarm bagi kita untuk mengambil tindakan lebih cepat dalam menjalankan kebijakan elektrifikasi dan bergerak ke arah energi terbarukan,” ujar Eddy Soeparno.
Dalam konteks ini, potensi pembangkit nuklir dan geotermal dianggap sebagai peluang strategis untuk mendukung pertumbuhan listrik nasional. Soeparno menjelaskan bahwa kebijakan energi yang terintegrasi bisa mempercepat akses energi listrik hingga mencapai target 100%.
Bagaimana langkah konkret yang dibutuhkan untuk mempercepat transisi energi RI? Simak dialog Syarifah Rahma dengan Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 01/04/2026).