Visit Agenda: Penembakan di Bar Berujung Pembantaian & Amuk Massa, 27 Orang Tewas

Penembakan di Bar Berujung Pembantaian & Amuk Massa, 27 Orang Tewas

Kota Jos, Nigeria

Sebuah serangan oleh kelompok pria bersenjata di sebuah bar dan restoran di Kota Jos, ibu kota Negara Bagian Plateau, Nigeria bagian tengah, telah menyebabkan kematian sedikitnya 12 orang. Kejadian ini memicu reaksi masyarakat yang berubah menjadi aksi kekerasan lebih besar, menambah korban menjadi 27 orang.

“Awalnya kami diberitahu bahwa 12 orang tewas di tempat kejadian itu,” kata Mangalle Idris, pemimpin pemuda setempat, kepada AFP, Senin (30/3/2026).

Setelah penembakan, warga membentuk kelompok massa untuk mengejar pelaku. Namun, aksi tersebut berkembang menjadi serangan terhadap warga yang sedang beraktivitas, dengan korban tewas terus bertambah. Kabiru Sani, Wakil Ketua Dewan Lokal Jos Utara, mengungkapkan jumlah korban akibat rangkaian kekerasan mencapai 27 orang.

Pemerintah setempat menyatakan penyelidikan masih berlangsung, dan belum mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Di wilayah ini, konflik antar kelompok kerap memicu ketegangan, terutama terkait sengketa lahan antara petani dan penggembala.

Sejarah Konflik dan Faktor Penyebab

Negara Bagian Plateau dikenal sebagai daerah rawan konflik di kawasan Middle Belt Nigeria. Perang saudara antara petani beragama Kristen dan penggembala Muslim Fulani telah berlangsung lama di wilayah pedesaan. Meski sering dilihat sebagai konflik agama, para peneliti menekankan bahwa penyebab utama berakar pada pertarungan sumber daya, tekanan pertumbuhan populasi, serta perubahan iklim.

Dalam sejarahnya, Plateau juga mengalami episod kekerasan sektarian besar pada 2001 dan 2008. Kekacauan di wilayah pedesaan diperparah oleh minimnya penegakan hukum, yang memicu siklus serangan dan balasan berulang.

Selain itu, akibat kekerasan yang terjadi, otoritas kini menerapkan jam malam di wilayah Jos Utara sejak Minggu hingga Rabu, sebagai upaya mengendalikan situasi keamanan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah eskalasi lebih lanjut dan memulihkan ketenangan di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *