sismin.my.id
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Visit Agenda: Tragis! Balita di Bekasi Tewas Ditusuk, Warga Sempat Dengar Teriakan

Published Mei 29, 2026 · Updated Mei 29, 2026 · By Rafi Maulana

Visit Agenda: Balita di Bekasi Tewas Ditusuk, Warga Kaget Dengar Teriakan

Visit Agenda - Dalam sebuah insiden tragis yang terjadi di Bekasi, seorang balita bernama A (2 tahun) ditemukan tewas bersimbah darah di kontrakan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, pada Rabu (27/5/2026) malam. Insiden ini mengejutkan warga sekitar, karena terdengar teriakan panik dari dalam rumah yang memicu respons cepat dari Ketua RT setempat, Taufik Hidayat, dan warga lainnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian ini terjadi secara tiba-tiba, dengan korban dalam kondisi kritis sebelum ditemukan.

Kronologi Penemuan Balita Tewas

Taufik Hidayat mengatakan bahwa dirinya bersama warga segera mendatangi kontrakan setelah mendengar teriakan dan tangisan dari dalam. Menurutnya, kondisi korban sangat memprihatinkan, dengan luka tusukan parah hingga organ dalam keluar. "Saat kami sampai di lokasi, tubuh A sudah dalam keadaan tak bernyawa. Tidak ada tanda-tanda hidup lagi," ucap Taufik kepada wartawan, Kamis (28/5/2026). Ia juga menyebutkan bahwa darah di lantai kontrakan menggenang cukup banyak, menunjukkan intensitas kekerasan yang terjadi.

Pelaku yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut adalah seorang pria dewasa berinisial G. Menurut saksi, G terlihat tergesa-gesa dan memegang senjata tajam saat teriakan terdengar. "Saya melihat G berlari ke arah korban, lalu melukai A dengan pisau. Kemudian ia menyembunyikan senjata dan melarikan diri," tambah saksi yang tak ingin disebutkan namanya. Warga setempat menyebut bahwa G sering terlihat berkeliling area tersebut, dan beberapa orang mengira ia memiliki kebutuhan khusus yang mungkin memicu perbuatan kekerasan.

Pengungkapan Polisi dan Detail Penyelidikan

Pihak kepolisian setempat, yang telah diberitahu oleh warga, langsung melakukan investigasi di lokasi kejadian. Dalam siaran pers, petugas menyatakan bahwa G masih hidup saat ditemukan di rumah sakit. "Kami sedang memeriksa kondisi pelaku dan mencari saksi tambahan untuk memastikan kronologi kejadian," kata Kapolsek Jatisampurna, yang tidak ingin disebutkan nama lengkapnya. Sementara itu, polisi menunggu hasil autopsi untuk memperjelas penyebab kematian korban.

Menurut informasi yang didapat, G memiliki riwayat gangguan mental yang sebelumnya pernah dihukum karena kejahatan serupa di wilayah lain. "Pelaku memang agak sulit diajak komunikasi, dan sering kali berperilaku tidak stabil," kata Taufik. Ia menambahkan bahwa kejadian ini terjadi di malam hari, saat banyak warga sedang beristirahat. Meski demikian, tidak ada tanda-tanda pembunuhan berencana, dan warga mengira G terbawa emosi akibat konflik pribadi.

Para warga yang tinggal di sekitar kontrakan menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden yang menewaskan balita kecil tersebut. "Ini sangat mengenaskan. A adalah anak yang lucu dan selalu menari-nari di taman dekat rumah," ujar salah satu tetangga. Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, polisi juga berencana mengadakan sosialisasi tentang keamanan di lingkungan perumahan.

Kejadian ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan, terutama bagi anak-anak. "Kami berharap bisa mengungkap motif pasti pelaku. Jangan sampai kejadian serupa terulang," harap Taufik. Dalam Visit Agenda, masyarakat setempat menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang untuk mengidentifikasi pemicu kekerasan tersebut.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa tim investigasi telah meminta keterangan dari empat saksi tambahan, termasuk warga yang melihat G sebelum kejadian. "Ada kemungkinan G melakukan tindakan impulsif. Kami masih menyelidiki apakah ada konflik yang memperparah situasi," jelas polisi. Kebutuhan khusus yang disebut oleh warga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam proses penyelidikan, terutama karena G sering terlihat berinteraksi dengan anak-anak di sekitar kontrakan.