What Happened During: Gencatan Senjata AS-Iran Dimulai, Mojtaba Khamenei Muncul Beri Pesan
Gencatan Senjata AS-Iran Dimulai, Mojtaba Khamenei Beri Pesan
Kamis malam waktu setempat, pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, muncul dalam pesan tertulis terbarunya melalui televisi pemerintah. Ia menyampaikan pesan saat pembicaraan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sedang berlangsung di Islamabad, Pakistan, Jumat (10/4/2026). Khamenei menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak ingin terlibat perang dengan AS dan Israel, namun menekankan bahwa negara tersebut akan menjaga hak-haknya sebagai bangsa.
“Kami tidak menginginkan perang dan kami tidak menginginkannya,” ujarnya dalam pesan yang dibacakan oleh jurnalis lokal. Beberapa minggu setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan AS dan Israel pada 28 Februari, hari pertama perang, pesan ini menggambarkan komitmen Iran untuk menghindari konflik.
Khamenei juga menyatakan bahwa seluruh front perlawanan harus dianggap sebagai satu kesatuan, yang diduga merujuk pada Lebanon, tempat Israel berperang melawan Hizbullah, sekutu Teheran. Sebelumnya, AS dan Iran telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman “pemusnahan peradaban”.
Pembicaraan damai akan dimulai di Pakistan hari ini. Pakistan berperan sebagai mediator, mengajukan 10 syarat perdamaian kepada AS, termasuk pengelolaan Selat Hormuz, penghentian perang di Iran serta wilayah seperti Lebanon dan Yaman, dan hak penggunaan uranium. Namun, gencatan senjata ini dianggap rapuh, terutama setelah Israel melakukan serangan ke Lebanon setelah pengumuman kesepakatan.
Mengutip AFP, serangan terhadap 100 titik yang dilakukan Israel mengakibatkan 303 korban tewas dan 1.150 luka. Beberapa negara, termasuk Tiongkok dan Prancis, mengecam tindakan tersebut. Mereka meminta Lebanon dimasukkan dalam klausul gencatan senjata. AS berencana menggelar pembicaraan antara Israel dan Lebanon pekan depan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan menterinya untuk mencari dialog langsung dengan Lebanon, fokus pada pelucutan senjata Hizbullah. Khamenei, yang kemungkinan terluka dalam serangan pembunuhan ayahnya, belum muncul di depan umum sejak menjadi pemimpin. Pesannya sebagian besar dibacakan oleh presenter televisi pemerintah. Trump bahkan menduga Mojtaba mungkin telah wafat, tetapi Iran menyatakan ia sedang pulih dan memposting foto-fotonya tanpa menyebut tanggal pengambilan.
Dalam pesan tersebut, Khamenei menambahkan bahwa warga Iran “tidak boleh membayangkan bahwa turun ke jalan tidak lagi diperlukan”. Ia menekankan bahwa semangat nasionalisme tidak boleh berkurang meski gencatan senjata telah diumumkan. “Suara Anda di ruang publik pasti memengaruhi hasil negosiasi,” katanya.