What Happened During: RI Berhasil Alihkan 9 Kargo LNG Ekspor Untuk Domestik
RI Berhasil Alihkan 9 Kargo LNG Ekspor Untuk Domestik
Jakarta, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan bahwa pasokan energi nasional berhasil dipastikan dengan mengalihkan 9 kargo Liquefied Natural Gas (LNG) yang semula ditujukan untuk ekspor, menjadi kebutuhan dalam negeri. Langkah ini bertujuan memenuhi permintaan gas di tengah perubahan dinamika pasar energi.
Kemitraan dan Penambahan Pasokan
Djoko Siswanto, kepala SKK Migas, menyatakan bahwa keberhasilan ini berkat upaya negosiasi perusahaan migas Inggris, British Petroleum (BP), dengan pembeli di luar negeri. Selain itu, kebutuhan dalam negeri juga didukung oleh peningkatan pasokan dari produsen gas lokal lainnya.
“Iya ada 9 kargo kita divert. Jadi udah berhasil, udah berhasil dialihkan. Cukup di samping ada tambahan 3 kargo dari produksi ENI. Pada Oktober, dua lapangan bisa berproduksi. Sementara yang ketiga, Donggi Senoro, sudah sepakat dijual seluruhnya untuk dalam negeri,” ujar Djoko saat diwawancara di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Strategi Sementara dan Proyeksi Masa Depan
Pengalihan kargo tersebut bersifat sementara, dengan rencana penggantian di masa depan ketika produksi gas nasional meningkat. SKK Migas memproyeksikan pasokan gas akan lebih melimpah pada tahun 2028, seiring operasional proyek gas tambahan di dalam negeri.
“Cuman kan kita sempat mengambil kargo yang diekspor, nanti 2028 kita ganti. Karena 2028 produksi akan lebih banyak, dari ENI, South Andaman, dan Genting yang tahun depan sudah mulai beroperasi,” tambahnya.
Meskipun sebagian kargo LNG dialihkan untuk kebutuhan dalam negeri, Djoko menegaskan bahwa Indonesia tetap menjalankan ekspor LNG pada tahun ini, dengan volume sekitar tahun lalu. Pemerintah mengutamakan pemenuhan kebutuhan lokal sebelum mengirimkan sisa produksi ke luar negeri.
Penyerapan Minyak Mentah Meningkat
Selain mengamankan pasokan LNG, SKK Migas mencatat peningkatan serapan minyak mentah oleh kilang domestik. Saat ini, hampir seluruh produksi minyak nasional diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri, sebagai langkah mengurangi risiko konflik geopolitik global terhadap rantai pasok energi.
“Sekarang hampir 98% minyak mentah telah diserap oleh kilang domestik. Alhamdulillah, untuk Exxon Mobil, bagian produksi yang diolah oleh KKKS-nya sudah sepenuhnya diproses dalam negeri,” kata Djoko.