Main Agenda: Penderitaan Dalam Penjara Ingatan Kolektif Digital

Penderitaan Dalam Penjara: Ingatan Kolektif Digital

Dalam dunia media digital, eksistensi diri kini bukan lagi hal langka. Di masa lalu, media analog hanya bisa menampilkan individu-individu yang memiliki nilai istimewa, seperti pejabat negara, ilmuwan, bintang film, atau atlet berprestasi. Tapi seiring berkembangnya teknologi, siapa pun bisa memperoleh ruang untuk dikenal, bahkan dianggap penting. Konsistensi jadi kunci. Dengan terus-menerus membagikan konten, seseorang bisa memasuki ingatan publik, meski tidak memiliki keistimewaan yang luar biasa.

Perspektif Media Analog

Dalam masa media analog, media cetak, televisi, atau film memiliki batasan fisik. Karena itu, era media analog menjadi masa pembentukan kelompok elite. Kelompok yang diberi kepercayaan untuk menjadi pusat perhatian, melekat pada jumlah individu yang terbatas. Proses seleksi ketat mengingat kapasitas ruang dan waktu yang terbatas. Ini memaksa hanya hal-hal yang punya nilai berita (news value) yang bisa tampil. Tanpa itu, media akan terasa penuh dan tak efektif.

“Kemampuan internet untuk menyimpan informasi secara tidak terbatas meningkatkan memori sosial kolektif manusia,” kata Alice Bell dalam bukunya “Memory in The Digital Age” (2012).

Sekarang, media digital tidak lagi dibatasi oleh ruang atau waktu. Setiap orang bisa menyimpan ingatan mereka, baik secara sengaja maupun tidak. Data ini disimpan dalam bentuk digital, sehingga bisa diakses kapan pun dan di mana pun. Dengan sistem yang memungkinkan transmisi data real time, informasi yang sebelumnya terlupakan bisa kembali muncul, membuat ingatan kolektif menjadi lebih permanen.

Transformasi Ingatan Kolektif

Sebelumnya, ingatan kolektif diarsipkan melalui dokumen fisik atau pemuseuman. Kini, prosesnya berubah. Media digital memungkinkan penyimpanan tanpa batas, menjadikan ingatan publik lebih mudah dicapai. Data yang tersimpan bisa diakses oleh siapa pun, sehingga memperkuat keberadaan informasi dalam masyarakat. Dengan demikian, hal-hal yang dianggap biasa di masa lalu kini bisa menjadi bagian dari memori kolektif.

Karakteristik utama ingatan digital adalah: pertama, apa pun bisa disimpan secara online, baik yang sementara maupun permanen. Kedua, kenangan menjadi lebih terbuka, bahkan bersifat sosial. Ini berarti, informasi bisa berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain tanpa kehilangan nilai. Akibatnya, memori kolektif digital bisa bertahan selamanya, baik dikehendaki atau tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *