Important Visit: Harga BBM Melambung Tinggi, Senegal Melarang Pejabat Negara Berkunjung ke Luar Negeri

Harga BBM Melambung Tinggi, Senegal Larang Pejabat Negara ke Luar Negeri

Dalam upaya mengurangi tekanan akibat kenaikan harga bahan bakar minyak, Pemerintah Senegal meluncurkan kebijakan baru yang membatasi perjalanan keluar negeri pejabat negara. Larangan ini mencakup semua kunjungan luar negeri yang tidak mendesak, termasuk menghindari pertemuan resmi dengan pihak asing. Kebijakan tersebut diumumkan setelah krisis minyak global yang dipicu oleh konflik di Iran.

“Harga minyak mentah saat ini hampir dua kali lipat dari rencana anggaran,” kata Perdana Menteri Ousmane Sonko dalam pidato kepada khalayak pemuda di DAKAR. Ia juga menyebutkan telah membatalkan beberapa kunjungan resmi ke Spanyol dan Prancis sebagai bagian dari penghematan biaya pemerintah.

Langkah Senegal merupakan bagian dari respons negara-negara Afrika terhadap lonjakan harga minyak. Beberapa negara lain melakukan tindakan serupa, seperti menurunkan pajak bahan bakar atau mengurangi pasokan listrik. Meski memiliki sektor energi yang berkembang, Senegal tetap bergantung pada impor bahan bakar.

Di Afrika Selatan, pemerintah mengambil langkah untuk menekan kenaikan harga bensin dengan mengurangi pajak. Di Ethiopia, kekurangan bahan bakar memaksa instansi pemerintah meniadakan tugas staf. Sementara Sudan Selatan mulai melakukan penghematan listrik di ibu kota, Juba. Zimbabwe juga meningkatkan kadar etanol dalam bensinnya.

Konflik di Teluk Persia berdampak pada jalur pasokan global, termasuk Selat Hormuz yang ditutup efektif. Hal ini memengaruhi distribusi pupuk, dengan sekitar 30 persen bahan kritis melewati jalur tersebut. Menteri Pertambangan Senegal akan segera mengumumkan langkah tambahan untuk menekan anggaran negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *