Announced: Ketua DPR: Negara layak beri penghargaan tiga prajurit gugur di Lebanon

Puan Maharani: Negara Harus Menghormati Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Di Jakarta, Puan Maharani, ketua DPR RI, menyatakan bahwa negara wajib memberikan penghargaan kepada tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur saat bertugas di Lebanon sebagai bagian dari Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL). Ia menekankan pentingnya menghormati pengorbanan para prajurit tersebut.

Keterangan dari Puan

Menurut Puan, tiga prajurit yang gugur menjalankan tugas penuh makna sebagai penjaga perdamaian dunia. “Mereka mati saat melakukan peran yang mulia, dan negara harus memberikan penghargaan sebaik-baiknya atas kehilangan mereka,” ujarnya.

“Ketiga putra terbaik Indonesia tersebut gugur saat menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia. Sudah selayaknya negara memberikan penghargaan sebaik-baiknya atas pengorbanan mereka,”

Dukacita atas Gugurnya Prajurit

Puan juga menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. “Atas nama DPR RI maupun pribadi, saya menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga anak bangsa yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di Lebanon,” katanya.

Puan menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit di Lebanon menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian. “Posisi Indonesia di kancah internasional dibangun bukan hanya dari pernyataan politik, tetapi juga dari keberanian bertindak di garis depan ketika dunia menghadapi konflik,” ujarnya.

Harapan untuk Kesadaran Global

Ia berharap insiden ini meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya upaya menciptakan perdamaian. “Perang harus segera dihentikan. Berapa banyak korban yang telah jatuh hanya demi kekuasaan pihak tertentu. PBB harus bersikap tegas,” katanya.

Detil Kecelakaan

Selasa, seorang prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan artileri di dekat posisi kontingen UNIFIL Indonesia di Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3). Tiga personel lainnya, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, terluka dalam peristiwa tersebut.

Hari berikutnya, PBB melaporkan bahwa dua anggota UNIFIL asal Indonesia gugur dan dua lainnya cedera akibat serangan terhadap konvoi logistik di Bani Hayyan, Lebanon selatan, pada Senin (30/3). Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa dua prajurit yang tewas adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sementara dua personel yang terluka adalah Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana serta Praka Deni Rianto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *