Facing Challenges: Di Kupang, Wapres Gibran puji hasil tani untuk suplai MBG

Di Kupang, Wapres Gibran Puji Hasil Tani untuk Suplai MBG

Selasa (7/4), Wapres Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi usaha para petani di Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah tersebut, Senin (6/4), ia bertemu langsung dengan sejumlah kelompok tani, termasuk Komunitas Petani Millenial, Kelompok Tani Pemuda Sulamanda, dan Kelompok Wanita Tani Cinta Kasih di Agroeduwisata GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) Tarus. Hasil panen mereka telah dikirimkan sebagai bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagaimana dinyatakan oleh Gibran.

Kepuasan atas Keterlibatan Petani

Dalam sesi dialog dengan para petani, Gibran menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam program MBG memberikan dampak positif. “Saya tadi lihat hasil panen sudah dipakai untuk MBG. Jadi, off taker-nya sudah jelas, nanti digunakan untuk program tersebut,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran resmi Sekretariat Wapres. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara petani dan pemerintah untuk memastikan kelancaran pasokan bahan pangan.

“Tadi saya lihat hasil panen sudah disuplai untuk MBG. Jadi kan untuk off taker-nya (pembeli hasil panen tetap, red.) sudah jelas, ya, nanti digunakan untuk MBG, termasuk yang perikanan ini disuplai juga,” kata Gibran.

Kendala yang Diungkap Petani

Selama kunjungan, salah satu petani, Nathalie Marlinche, menyampaikan tantangan yang dihadapi komunitas tani di desa tersebut. “Yang pertama, terkait penyediaan air untuk menyiram tanaman. Biasanya kami mengangkat air secara manual, kemudian yang kedua, masalah alat pengelolaan lahan masih menggunakan pacul,” jelasnya.

“Yang pertama, yaitu terkait penyediaan air untuk kami menyiram. Biasanya kami menggunakan dengan cara airnya dipikul. Kemudian yang kedua, yaitu terkait proses pengelolaan lahan yang dimana kami juga masih menggunakan alat sederhana seperti pacul,” ujar Nathalie.

Upaya Pemerintah untuk Modernisasi Pertanian

Menanggapi keluhan petani, Gibran menegaskan bahwa pemerintah sedang fokus pada pengoptimalan seluruh tahapan produksi pertanian, mulai dari hulu hingga hilir. “Akan kita pikirkan dari A sampai Z. Jadi masalah air, benih, bibit, pupuk, serta peralatan modernnya harus diperhatikan,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa penggunaan alat manual bisa mengurangi efisiensi kerja.

Selain itu, Gibran menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya peningkatan produksi pertanian dalam rangka mewujudkan swasembada pangan dan energi. “Produksi pertanian itu benar-benar ingin digenjot,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *