Historic Moment: DPR dorong tanggung jawab internasional prajurit RI gugur di Lebanon
DPR Dorong Tanggung Jawab Internasional atas Kematian Prajurit RI di Lebanon
Jakarta, Selasa – Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya pertanggungjawaban dari komunitas internasional terhadap serangan Israel yang mengakibatkan tiga prajurit asal Indonesia gugur di Lebanon. Dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Puan menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah untuk menginvestigasi insiden tersebut. “Negara memiliki hak meminta pertanggungjawaban dari komunitas internasional sebagai bentuk perlindungan bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa ini. “Saya menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga prajurit yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di Lebanon,” tuturnya. Puan mengingatkan bahwa pengorbanan TNI di Lebanon memperkuat posisi Indonesia dalam dunia internasional, baik melalui pernyataan politik maupun keberanian menghadapi konflik.
Ketiga Prajurit RI Gugur dalam Serangan ke UNIFIL
Puan menegaskan bahwa penghormatan terbaik bagi prajurit yang gugur adalah dengan memastikan keberadaan mereka memperkuat kesadaran nasional dan global tentang pentingnya perdamaian. “Perdamaian dunia bukan sekadar agenda Indonesia, tetapi bagian dari tanggung jawab yang memiliki konsekuensi nyata,” tambahnya. Menurutnya, kehadiran Indonesia dalam operasi perdamaian sering dianggap sebagai simbol diplomasi, namun peristiwa di Lebanon membuktikan adanya risiko nyata dalam konflik geopolitik.
Puan juga menyoroti perlunya keseimbangan antara komitmen internasional dan perlindungan terhadap personel yang ditugaskan. “Kesadaran bahwa perang harus dihentikan segera. Sudah berapa banyak korban yang tewas demi kekuasaan tertentu,” katanya. Ia menambahkan bahwa PBB harus lebih berani bertindak dalam mengatasi situasi krisis.
“Negara berhak meminta pertanggungjawaban komunitas internasional sebagai bentuk perlindungan bagi setiap tumpah darah Indonesia,” ucap Puan.
Diketahui, Praka Farizal Rhomadhon, anggota TNI dalam UNIFIL, gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3). Tiga prajurit lainnya, yaitu Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, terluka dalam serangan tersebut. Berselang sehari, PBB melaporkan dua prajurit UNIFIL asal Indonesia gugur dan dua orang terluka saat serangan terjadi di Bani Hayyan, Lebanon Selatan, pada Senin (30/3).
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa dua prajurit yang gugur adalah Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sementara dua personel lainnya, Lettu Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, mengalami cedera akibat serangan yang sama.