Historic Moment: Wamenpar sebut laporan pungli di lokasi wisata turun saat Lebaran
Wamenpar Sebut Laporan Pungli di Lokasi Wisata Turun Saat Lebaran
Jakarta – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyatakan bahwa jumlah laporan mengenai pungutan liar (pungli) di destinasi wisata mengalami penurunan selama libur Lebaran 2026, meski beberapa kasus masih ditemukan di sejumlah titik. “Kami memantau tahun ini jauh lebih rendah daripada tahun sebelumnya terkait informasi adanya pungli dan kenaikan atau ketok harga di destinasi wisata atau kunjungan hotel, serta sebagainya,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan setelah konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Rabu.
“Sehingga kami sampaikan bahwa libur Lebaran 2026 berjalan dengan baik dan cukup positif perkembangannya,” tambah Ni Luh.
Kementerian Pariwisata tetap menerima laporan terkait praktik pungli, termasuk yang dilaporkan terjadi di wilayah Banten. Mengenai hal ini, Ni Luh memastikan akan langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk melakukan peninjauan lebih lanjut. Di wilayah Banten khususnya, ia menyebut bahwa Gubernur sebelumnya sudah menerbitkan surat edaran guna memastikan tidak ada aktivitas pungli di lokasi wisata provinsi tersebut. Selain itu, tindakan pencegahan juga dilakukan untuk menghindari kenaikan harga yang berlebihan selama masa libur.
Sebelumnya, Wamenpar dalam pernyataan pada Jumat (13/3) mengimbau seluruh pemangku kepentingan agar memastikan destinasi wisata bebas dari praktik pungli menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026. “Tidak boleh ada juga kenaikan tarif yang berlebihan. Hal ini harus dipastikan agar masyarakat dan wisatawan benar-benar merasa aman dan nyaman saat berkunjung,” katanya.