Key Discussion: BHS soroti keterbatasan dermaga di Merak, dorong penambahan kapasitas

BHS Soroti Keterbatasan Dermaga di Merak, Dorong Penambahan Kapasitas

Di Serang, Kamis, anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengucapkan apresiasi atas kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Banten. Meski pujiannya mengarah pada keberhasilan transportasi penyeberangan, ia juga mengungkapkan tantangan yang masih terjadi, terutama terkait kemacetan kendaraan. “Saat masyarakat menjalani silaturahmi atau wisata, mereka membutuhkan sarana perjalanan menuju Sumatera. Saya lihat arus dari Jawa cukup lancar, dan apresiasi untuk Kementerian Perhubungan, GAPASDAP, ASDP, serta Kepolisian atas kerja sama yang efektif,” tuturnya.

“Saya ingin melihat keberhasilan serupa saat arus balik dari Bakauheni,” ujar BHS dalam keterangan resmi yang diterima media.

BHS menyatakan bahwa antrean yang terjadi terkait minimnya jumlah dermaga, sehingga kapal tidak bisa beroperasi secara maksimal. “Saya telah melakukan diskusi, mengapa antrean terjadi begitu panjang, meski tidak semua kapal bisa digunakan. Dari 72 kapal, hanya 28 yang beroperasi secara rutin, dan 5 lagi di dermaga darurat,” jelasnya.

Sebagai ketua fraksi Gerindra di Komisi VII DPR-RI, BHS menegaskan bahwa keterbatasan dermaga menjadi penyebab utama masalah ini. Saat ini, Pelabuhan Merak hanya memiliki tujuh dermaga aktif. “Karena kita kurang dermaganya. Dengan 7 dermaga, setiapnya hanya melayani 4 kapal, artinya lebih dari 60% armada tidak bisa dioperasikan saat situasi ramai,” lanjutnya.

“Ini butuh evaluasi mendalam dari ASDP, perusahaan pelayaran, serta regulator Ditjen Darat dan Ditjen Laut Kemenhub untuk mengantisipasi kesulitan operasional perusahaan,” tegas BHS.

BHS menambahkan bahwa penambahan dermaga akan meningkatkan kapasitas pengoperasian kapal. “Satu pasang dermaga bisa menampung 4 unit kapal, sedangkan dua pasang bisa menambah 8 unit. Ini bisa meningkatkan kapasitas angkutan hingga sekitar 35%,” katanya.

Kemudian, ia memprediksi peningkatan volume penggunaan penyeberangan akan terus berlanjut setiap tahun, seiring pertumbuhan permintaan jasa transportasi. “Kalau ASDP mengalami pertumbuhan rata-rata 8-12% setiap tahun, maka pada tahun ketiga atau keempat akan ada lonjakan kendaraan,” ujarnya.

BHS juga mengingatkan potensi peningkatan trafik akibat jaringan jalan tol di Sumatera yang akan memudahkan mobilitas masyarakat. “Perlu dipertimbangkan juga percepatan akibat jalan tol, karena ini akan meningkatkan jumlah pengguna transportasi penyeberangan,” tambahnya.

Selain itu, BHS menekankan pentingnya menjaga kinerja angkutan logistik agar tidak terganggu. “Logistik saat ini ditempatkan di area parkir, dan bisa menunggu berhari-hari. Jika terhambat, perdagangan dan industri bisa ikut terdampak,” jelasnya.

“Dampak lanjutan dari hambatan logistik bisa menyebabkan kelangkaan barang, inflasi, dan menurunnya daya beli masyarakat, yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan Presiden,” tegas BHS.

Di akhir pernyataannya, BHS mendesak evaluasi segera direalisasikan melalui pembangunan dermaga baru yang layak, agar bisa menggantikan dermaga darurat yang kurang optimal. Ia juga mengharapkan proses evaluasi ini dapat segera terealisasi untuk menunjang operasional penyeberangan yang lebih efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *