Key Discussion: Satgas PRR Salurkan Bantuan Darurat dan Bangun Sumur Bor di Aceh Tamiang Pascabencana
Satgas PRR Salurkan Bantuan Darurat dan Bangun Sumur Bor di Aceh Tamiang Pascabencana
Dalam upaya pemulihan pasca-bencana, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) kembali memberikan bantuan kepada korban banjir dan longsor di Aceh Tamiang. Selain itu, mereka juga menyiapkan proyek pembangunan sumur bor sebagai langkah strategis untuk memastikan akses air bersih yang lebih stabil.
Pemerintah, melalui Satgas PRR Pascabencana Sumatera, terus menunjukkan komitmen untuk mendukung masyarakat yang terkena dampak bencana. Bantuan kali ini ditujukan pada korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, selaku Kepala Satgas PRR Pusat, langsung memimpin kegiatan ini untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi serta mempercepat rehabilitasi infrastruktur.
Bantuan yang disalurkan meliputi 1.000 paket peralatan dapur, 100 unit toren air, 400 paket sembako, dan 200 paket perlengkapan ibadah. Penyerahan dilakukan pada Sabtu, 4 April 2026, sebagai bagian dari upaya menyeluruh untuk pemulihan wilayah tersebut.
“Kehadiran kami di Aceh Tamiang hari ini untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat. Sebagai Kepala Satgas PRR Pusat, saya ingin memastikan bantuan darurat dan perlengkapan ibadah tersalurkan, sembari kita membangun infrastruktur jangka panjang seperti sumur bor ini,” ujar Tito.
Ditemani oleh Kepala Pos Wilayah Safrizal Z.A., Mendagri melakukan peninjauan di lokasi operasi dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 185 keluarga di Desa Lubuk Sidup serta 276 keluarga di Desa Sekumur. Langkah ini menunjukkan fokus pada daerah yang paling membutuhkan.
Safrizal Z.A. menjelaskan bahwa paket peralatan dapur yang disalurkan menjadi bagian dari upaya menyediakan kebutuhan pangan dasar. Tujuannya adalah mendorong kemandirian masyarakat dalam mengolah makanan, sehingga mengurangi ketergantungan pada bantuan luar.
“Kita sudah melihat dan mendengar langsung aspirasi masyarakat. Bapak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa kita akan selalu hadir mengawal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk air bersih, kita akan langsung bangun sumur bor di Lubuk Sidup dan Sekumur,” kata Safrizal, menegaskan langkah untuk memastikan keberlanjutan pemulihan.
Selain Satgas PRR, Palang Merah Indonesia (PMI) dari Surakarta turut berkontribusi dalam menyalurkan bantuan sumur bor untuk warga terdampak banjir. Prajurit TNI juga bergerak cepat dalam distribusi air bersih, memberikan dukungan penting bagi kebutuhan dasar pasca-bencana.
Pembangunan sumur bor di Aceh Tamiang menjadi fokus utama untuk mengatasi krisis air bersih dan sanitasi. Upaya ini dipercepat oleh Kementerian PU, dengan rencana konstruksi 569 titik di tiga provinsi. Sampai saat ini, 249 titik telah selesai, terdiri dari 236 titik aktif.
Polri juga berperan aktif dengan membangun sumur di lokasi strategis di Aceh Tamiang. Diperkirakan 48 sumur tersebut akan selesai pada akhir Desember. PT Pertamina (Persero) turut membantu dengan mereaktivasi sumur warga dan mendistribusikan jutaan liter air bersih untuk mendukung kesehatan dan aktivitas masyarakat.