Key Strategy: Ketua DPRD NTB Harap Sekda Abul Chair Perbaiki Tata Kelola Keuangan Daerah

Ketua DPRD NTB Harap Sekda Abul Chair Perbaiki Tata Kelola Keuangan Daerah

Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Isvie Rupaeda, menyatakan kepercayaan pada Sekretaris Daerah (Sekda) baru provinsi tersebut, Abul Chair, untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah dan memperkuat manajemen pemerintahan. Harapan ini diungkapkan langsung di Mataram pada Sabtu (11/4). Isvie Rupaeda juga mengapresiasi keputusan Gubernur NTB dalam menunjuk Abul Chair, dengan menegaskan bahwa pengalaman latar belakangnya di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur menjadi kekuatan penting.

Tantangan dan Fokus Utama Sekda Baru

Abul Chair, yang baru saja dilantik, diharapkan mampu mendorong perubahan positif dalam tata kelola birokrasi. Menurut Isvie Rupaeda, ia perlu segera menyesuaikan diri dengan dinamika wilayah dan memastikan tugasnya dijalankan secara transparan serta efektif. Sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan daerah, menurutnya.

“Pengalaman Abul Chair di BPKP Jawa Timur dianggap sangat relevan untuk mengatasi berbagai persoalan tata kelola yang ada,” ujar Isvie Rupaeda.

NTB saat ini menghadapi tantangan yang signifikan, seperti tekanan fiskal dan penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu aspek yang dibahas adalah pengelolaan aset, seperti di Gili Trawangan dan Pasar Seni Senggigi, yang belum optimal.

Sekda NTB Abul Chair menyatakan komitmennya menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mengakui bahwa tantangan utama meliputi fiskal, layanan dasar, dan risiko tata kelola. “Fokus kami tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga pada perbaikan birokrasi untuk menciptakan pemerintahan yang lebih baik,” tambahnya.

Proses Seleksi Calon Sekda NTB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal kembali menunjuk Lalu Moh Faozal sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda setelah masa jabatan Pj Sekda berakhir, demi menjaga kelancaran operasional pemerintahan. Seleksi ketat calon Sekda NTB telah menghasilkan tiga kandidat terbaik. Siapa saja pejabat yang berpotensi mengisi posisi strategis ini dan bagaimana prosesnya terus berjalan?

“Jabatan strategis ini sebaiknya diisi oleh ASN yang memahami kondisi lokal demi efektivitas pembangunan,” saran Dr. Agus, akademisi UIN Mataram.

Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, juga mengharapkan Sekda baru mampu mengkonsolidasikan birokrasi untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Ia menekankan bahwa latar belakang calon tidak menjadi masalah, selama kompetensi dan pemahaman daerah menjadi prioritas utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *