Latest Program: Kemhan beli pesawat tempur KAAN dengan skema pinjaman luar negeri
Kemhan Beli Pesawat Tempur KAAN Melalui Skema Pinjaman Luar Negeri
Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengonfirmasi bahwa pembelian pesawat tempur KAAN dari Turkish Aerospace Industries akan dilakukan melalui skema pinjaman luar negeri. Pernyataan ini diberikan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, saat diwawancara ANTARA di Jakarta, Kamis.
Kontrak Awal Sudah Ada, Tapi Aktivasi Masih Berlangsung
Menurut Rico, Kemenhan telah menandatangani kontrak awal dengan jumlah pesawat terbatas. Kontrak ini sedang dalam proses aktivasi melalui mekanisme pinjaman luar negeri (PLN) yang disepakati bersama Kementerian Keuangan. “KAAN sudah memiliki kontrak awal, dan saat ini masih dalam tahap penerapan mekanisme pinjaman luar negeri,” jelasnya.
“Pengadaan akan dilakukan bertahap sesuai dengan kesiapan anggaran dan kebutuhan TNI,” tutup Rico.
Berita tentang pembelian 48 unit pesawat tempur KAAN mulai menyebar. Informasi tersebut diunggah oleh akun Instagram khusus pertahanan @isds.indonesia. Akun tersebut menyebut bahwa kontrak pembelian telah ditandatangani Kemenhan dan Turkish Aerospace Industries selama pameran IDEF di Istanbul, pertengahan 2025 lalu.
Dalam unggahan, nilai kontrak pembelian pesawat tempur KAAN tercatat sebesar 15 miliar dolar AS atau setara Rp251 triliun. Meski angka anggaran tidak diungkapkan secara spesifik, pihak Kemenhan menyatakan bahwa pengadaan pesawat akan berlangsung secara bertahap. Selain itu, kabar bahwa pesawat akan mulai dikirim pada 2032 mendatang juga disebutkan dalam informasi yang beredar.