Latest Program: Kemlu: Tiga WNI ABK Gold Autumn selamat dan akan kembali ke RI
Kemlu: Tiga WNI ABK MV Gold Autumn Selamat dan Akan Kembali ke Indonesia
Jakarta – Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) mengumumkan bahwa tiga anak buah kapal (ABK) asal Tanah Air yang terlibat dalam ledakan di perairan Laut Arab kini dalam kondisi aman. Mereka rencananya akan kembali ke Indonesia pada hari Minggu, 12 April 2026.
“Duta Besar RI mengonfirmasi bahwa tiga awak kapal Indonesia telah mendapatkan tiket untuk kembali ke Tanah Air dari agen pelayaran,” ujar Plt. Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Menurut Kemlu, informasi tentang ketiga ABK tersebut telah ditindaklanjuti oleh Direktorat PWNI dan perwakilan RI di Pakistan. Kementerian Luar Negeri masih menunggu penyebab pasti ledakan serta pihak yang bertanggung jawab, karena investigasi terus berlangsung oleh otoritas lokal.
Kapal MV Gold Autumn membawa 22 awak kapal, yang terdiri dari warga negara China, Bangladesh, Myanmar, Vietnam, dan Indonesia. Setelah ledakan terjadi, nakhoda kapal memerintahkan seluruh awak untuk meninggalkan kapal. Mereka terombang-ambing di laut hingga diselamatkan oleh kapal MV Yunis yang melintas.
Pada Rabu, 8 April, kapal MV Yunis menghubungi kapal patroli Angkatan Laut Pakistan, yang selanjutnya mengangkat tiga WNI serta seluruh korban dari MV Gold Autumn. Saat ini, ketiga ABK tersebut berada di Karachi, Pakistan.
Konsulat Jenderal RI (KJRI) Karachi menjelaskan bahwa MV Gold Autumn adalah kapal berbendera Panama yang dioperasikan perusahaan Tiongkok. Kapal itu sedang berlayar dari Shanghai menuju Oman. Ledakan terjadi saat kapal berada sekitar 200 mil laut di lepas pantai Pakistan.
Insiden tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal dan gangguan pada sistem operasionalnya. Kemlu dan perwakilan RI di Pakistan terus memantau situasi serta memastikan pelindungan maksimal bagi tiga ABK. Mereka juga mengapresiasi bantuan penyelamatan dan penanganan kemanusiaan dari otoritas Pakistan.
Pemerintah Indonesia menyarankan seluruh WNI yang bekerja di sektor pelayaran internasional agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat saat menghadapi situasi darurat.