Latest Program: TNI AU siap sediakan SDM dan infrastruktur untuk pesawat tempur baru

TNI AU siap sediakan SDM dan infrastruktur untuk pesawat tempur baru

Kamis (2/4), Jakarta — Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengungkapkan bahwa TNI AU telah mempersiapkan seluruh aspek infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) guna mendukung pengoperasian pesawat tempur baru. Hal ini disampaikan Tonny saat menghadiri jumpa pers di Markas Besar Angkatan Udara (Mabes AU), Cilangkap, Jakarta Timur. Tonny menjelaskan, pihaknya siap menggelar pelatihan dan pengadaan fasilitas sesuai kebutuhan, terlepas dari jenis pesawat yang dipilih oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan).

“Apapun jenis pesawatnya, kami sudah memastikan keberadaan infrastruktur serta SDM yang siap mendukung operasionalnya,” kata Tonny.

Tonny menegaskan bahwa pembelian alutsista seperti pesawat tempur merupakan kewenangan Kemhan. TNI AU hanya bertugas sebagai pengguna alutsista sesuai instruksi Panglima TNI. Selain itu, TNI AU juga memastikan para pilot yang akan mengoperasikan pesawat baru memiliki kemampuan teknis tinggi.

Menurut Tonny, seluruh prajurit yang akan menjadi penerbang telah melalui proses pelatihan ketat selama masa pendidikan. Ia juga menyebutkan bahwa TNI AU membuka peluang bagi penerbang sipil untuk bergabung sebagai anggota aktif. “Kita sudah merekrut penerbang sipil melalui program prajurit sukarela dinas pendek (PSDP) dan mengubah sistem pembinaan menjadi lebih inklusif,” jelas Tonny.

Kemenhan masih negosiasi pembelian KF-21 Boramae

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa pembelian pesawat tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan masih dalam tahap penjajakan. “Belum ada keputusan akhir mengenai jumlah dan skema pengadaannya,” ungkap Rico kepada ANTARA di Jakarta.

Ia menambahkan, pemerintah tetap terbuka untuk meneken kontrak pembelian KF-21 dalam waktu dekat. Sementara untuk pesawat KAAN, Rico menyatakan bahwa kontrak pembelian awal telah ditandatangani. “KAAN sudah memiliki kontrak dengan jumlah terbatas yang sedang diaktifkan melalui mekanisme pinjaman luar negeri (PLN) bersama Kementerian Keuangan,” jelas Rico.

Dengan persiapan tersebut, TNI AU optimis mampu mengoperasikan alutsista baru secara maksimal. Rico juga membenarkan bahwa Indonesia telah secara resmi meneken perjanjian pembelian pesawat tempur yang diproduksi oleh Turkish Aerospace Industries.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *