Main Agenda: BNPT tekankan kewaspadaan di tengah dinamika global

BNPT Tekankan Kewaspadaan di Tengah Dinamika Global

Dalam pertemuan dengan Komisi XIII DPR RI di Jakarta, Senin (6/4), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggarisbawahi pentingnya tetap waspada menghadapi perubahan situasi internasional. Kepala BNPT, Eddy Hartono, menegaskan bahwa mengembangkan kesadaran kolektif menjadi prioritas utama saat ini. “Membangun kesadaran bersama adalah tanggung jawab kita bersama, terlebih dalam kondisi global yang semakin rumit,” tutur Eddy, seperti dijelaskan di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan perkembangan dinamika geopolitik, BNPT telah mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi dampak terhadap keamanan dalam negeri. Langkah-langkah tersebut mencakup kolaborasi antar instrumen pertahanan dan keamanan, serta penguatan Pusat Analisis dan Pengendalian Krisis (Pusdalsis). Selain itu, Eddy juga menyoroti perlunya adaptasi terhadap ancaman yang terus berkembang.

Ahmad Basarah: Kebutuhan Adaptasi di Ruang Digital

Ahmad Basarah, anggota Komisi XIII DPR RI, menyoroti peran penting ketegangan global dalam memengaruhi perang di ruang digital Indonesia. “Tantangan terbesar saat ini terjadi melalui propaganda dan media sosial, yang dapat memicu persaingan ideologi,” ujarnya. Menurutnya, BNPT perlu mengambil pendekatan kreatif dan inovatif dalam menghadapi masalah ini, dengan mempertimbangkan perspektif yang lebih luas.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat kemampuan BNPT dalam mengurangi radikalisme. Langkah ini mencakup berbagai bentuk edukasi yang disampaikan kepada masyarakat, baik untuk melindungi dari ancaman di dunia nyata maupun di lingkungan digital.

Gencatan Senjata AS-Iran Sebelum Tenggat Waktu Berakhir

Pengumuman gencatan senjata antara Iran dan AS berlangsung secara tertutup, seperti dilaporkan dalam rapat dengar pendapat. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa seluruh kapal, pesawat, dan personel militer AS akan “tetap berada di dalam dan di sekitar Iran hingga kesepakatan nyata dicapai sepenuhnya dipatuhi.”

“Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi, yang sangat kecil kemungkinannya, maka ‘penembakan akan dimulai’ dengan skala yang lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat sebelumnya,”

tambahnya.

Trump juga menambahkan bahwa kesepakatan mengenai “tidak ada senjata nuklir” sebenarnya sudah “sejak lama” dicapai, meskipun ada “retorika palsu” yang menyatakan sebaliknya. “Tidak ada senjata nuklir, dan Selat Hormuz akan terbuka serta aman,” jelasnya. “Untuk sementara, militer besar kami sedang mempersiapkan diri dan beristirahat, serta menantikan langkah berikutnya,” lanjut Trump.

Iran dan AS mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada Selasa (7/4), bertujuan membuka jalan bagi kesepakatan akhir untuk mengakhiri penyerbuan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari. Serangan itu telah menyebabkan banyak korban tewas dan luka-luka. Pengumuman ini diberikan kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu berakhir, yang sebelumnya diulang kali diperpanjang oleh Trump agar Iran membuka Selat Hormuz dan menerima kesepakatan atau menghadapi “kehancuran seluruh peradaban.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *