Main Agenda: Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah bahas dinamika geopolitik global
Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah bahas dinamika geopolitik global
Pertemuan di Bantul, Yogyakarta
Jakarta – Pertemuan antara Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berlangsung di Bantul, Yogyakarta, pada Minggu (5/4) malam. Dalam kunjungan tersebut, Muzani menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto kepada para ulama dan pimpinan pondok pesantren setempat. “Saya menyampaikan kabar ini kepada beliau (Presiden Prabowo) bahwa saya akan berkunjung ke Yogyakarta dan beliau menyampaikan salam hormat kepada tokoh-tokoh, para ulama, para pimpinan pondok pesantren yang akan kami kunjungi, termasuk kepada Prof. Haedar dan Ibu Haedar,” kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Persatuan sebagai Fondasi Utama
Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Muzani ke Yogyakarta. Dalam sesi tersebut, Haedar menjelaskan bahwa keduanya membahas pentingnya persatuan sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan geopolitik global saat ini.
“Kami mendiskusikan bahwa modal terkuat kita adalah persatuan. Jadi, ketika kita bersatu menghadapi situasi politik global seberat apa pun itu, Indonesia insyaallah akan mampu menghadapinya,” ujarnya.
Komitmen Kepemimpinan Prabowo
Haedar menilai kepemimpinan Prabowo memiliki komitmen dalam menjaga kedaulatan dan nilai-nilai kemanusiaan di tingkat global. “Dan kami percaya bahwa Presiden Prabowo dengan semangat konstitusional dan menjaga kedaulatan Indonesia akan membawa Indonesia pada prinsip-prinsip kemerdekaan, keadilan, dan keadaban atau kemanusiaan yang beradab di dalam membawa orientasi politik global, termasuk membela Palestina,” katanya.
Langkah Menuju Negara Maju
Selain itu, Haedar dan Muzani juga membahas langkah-langkah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju. Menurut Haedar, pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, mengingat bangsa ini memiliki potensi besar.
“Dengan fokus kita perlu membangun sumber daya manusia lewat pendidikan, kesehatan, dan sosial yang kuat. Muhammadiyah concern tetap di situ ditambah dengan kekuatan dan membangun ekonomi,” ujarnya.