Meeting Results: Prabowo: Kalau Perang Dunia III, Indonesia termasuk negara aman
Prabowo: Jika Perang Dunia III Terjadi, Indonesia Termasuk Negara Aman
Di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang paling aman dari berbagai bentuk gangguan, termasuk jika perang dunia ketiga pecah. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia memberikan penjelasan kepada seluruh menteri, pejabat eselon I dari kementerian/lembaga, serta direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Istana Kepresidenan, Rabu.
“Jika terjadi Perang Dunia III, negara mana yang dianggap aman? Indonesia masuk dalam kategori yang paling menarik perhatian,” ujar Prabowo. Ia menambahkan, saat ini, jika berkunjung ke Bali, terlihat banyak penduduk Rusia dan Ukraina yang memilih tinggal di sana.
Menurut Presiden, ketahanan Indonesia terhadap perang tercermin dari kehadiran warga asing yang memilih wilayah ini sebagai tempat berlabuh saat konflik terjadi di negara mereka. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyebutkan bahwa pemerintah sedang merencanakan pembangunan pusat Keuangan Khusus sebagai langkah untuk menarik investasi dari negara-negara yang sedang berperang.
Prabowo menjelaskan, pusat tersebut bertujuan menjadi tempat bagi para wisatawan dan investor memasukkan dana dengan berbagai insentif pajak serta regulasi yang lebih fleksibel. Usulan ini didukung oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyarankan lokasi Bali sebagai pilihan utama.
Menurutnya, keputusan untuk mendirikan kawasan ini sudah dipertimbangkan sejak beberapa tahun lalu. Diharapkan, dengan adanya pusat keuangan khusus, investasi dari daerah seperti Timur Tengah bisa beralih ke Indonesia karena keamanan negara ini. “Sekarang uang-uang dari Timur Tengah mau kemana? Negara mana yang tidak sedang berperang, sekarang beri tahu? Indonesia salah satu yang paling diminati,” tambahnya.
Prabowo menegaskan bahwa kehangatan dan stabilitas ekonomi Indonesia menjadi daya tarik utama bagi negara lain. “Intinya, kita punya banyak potensi, tapi ini juga yang membuat kita harus bekerja lebih keras dan lebih teliti,” imbuhnya.
Dalam upayanya mencapai tujuan bersama, Prabowo menekankan pentingnya kesatuan antar lembaga pemerintah. “Maka dari itu, saya mengumpulkan rapat kerja ini agar kita memiliki satu tujuan, satu strategi, dan satu rencana kerja. Tidak boleh ada pemikiran yang bersifat sektoral,” katanya.